Saturday, October 3, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Keributan Ojol dan Resto di Medan Berbuntut Saling Lapor

Mistar.idSabtu, 3 Oktober 2026 pukul 01.18 WIB
keributan_ojol_dan_resto_di_medan_berbuntut_saling_lapor

Ojol menggeruduk Resto di Medan, Jumat (2/10/2026). (Foto: Dok. Godams/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Keributan yang terjadi di salah satu resto di Jalan Karya, Medan Barat, berbuntut panjang. Kedua belah pihak akhirnya saling melapor di Polsek Medan Barat.

Driver ojol melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya. Sementara pihak resto melaporkan dugaan pengrusakan di tempat usahanya.

Kanit Reskrim Polsek Medan Barat, Iptu Senior Sianturi ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.

Menurutnya, pihaknya telah berupaya melakukan mediasi. Namun kedua belah pihak tidak menemukan kesepakatan untuk berdamai. Pihaknya pun menerima laporan keduanya di Polsek Medan Barat.

"Sudah kita upayakan mediasi kedua belah pihak. Namun nggak ada kesepakatan damai. Lanjut Masing-masing buat laporan. Untuk driver laporan penganiayaan dan untuk Kafe laporan pengrusakan," ucapnya, Sabtu (3/10/2026) dinihari.

Ketua Umum Godams, Agam Zubir, menyayangkan peristiwa tersebut terjadi. Menurutnya, insiden itu buntut kemarahan rekan-rekan ojol ketika mengetahui rekannya diduga dianiaya.

"Pertama kita sangat menyayangkan peristiwa ini terjadi. Peristiwa yang bermula dari perlakuan tidak baik, arogansi, ada pemukulan kepada rekan kita ojol. Yang menanyakan dengan baik-baik di awalnya kenapa makanan yang sudah di order belum selesai sementara di keterangan sudah siap dan tinggal ambil," ucapnya.

Namun pertanyaan driver tersebut menurut Agam menimbulkan sikap arogansi dari pihak resto tersebut. Tak hanya menghardik dan memaki, driver ojol tersebut juga dikatakan dianiaya oleh oknum pemilik resto.

"Kondisi ojol yang berupaya memberi keterangan dan menyampaikan saran maupun pesan ke resto ditanggapi dengan angkuh dan arogan. Ini yang memancing rekan-rekan ojol lainnya yang melintas di seputaran resto. Hingga akhirnya berdatangan dan ramai di resto tersebut," tuturnya.

Perihal dugaan pengerusakan, Agam menilai jika hal itu belum diketahui pihaknya. Menurutnya, massa yang ramai diduga telah bercampur dengan masyarakat bukan hanya kalangan ojol saja.

"Kita belum mengetahui adanya pengerusakan. Karena situasi di lapangan ramai dan sudah bercampur dengan masyarakat umum. Kita siap membela rekan ojol selagi rekan ojol terzholimi dan mendapat perlakuan tidak baik," ungkapnya.

Agam pun berharap kedepannya pihak resto-resto di Kota Medan untuk saling menghargai dengan para driver ojol. Pasalnya, Agam mengaku jika masih banyak resto-resto yang menganggap ojol dengan konotasi tidak baik.

"Karena saling kita saling membutuhkan. Resto juga tidak akan Jalan jika tidak ada rekan ojol yang membawa atau menjemput makanan dari resto tadi," bebernya.

Ia juga meminta masyarakat melihat insiden ini secara utuh dan tidak menilai ojol negatif. Ia menegaskan bahwa insiden yang terjadi merupakan buntut sikap arogansi pihak resto kepada driver.

"Jadi kita meminta kepada pihak resto atau publik melihat masalah ini bukan akibat dari perlakuan yang timbul. Tapi latar belakang yang membuat terjadinya kejadian ini. Yaitu arogansi dan sikap tidak baik apalagi melakukan pemukulan," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, puluhan ojol diduga menggeruduk salah satu resto yang berada di Jalan Karya, Medan Barat, Jumat (2/10/2026) malam.

Hal itu terjadi karena salah satu rekan mereka dikatakan dianiaya pihak resto. Dalam sebuah rekaman yang beredar, seorang driver yang belum diketahui identitasnya mengaku dipukul oleh pihak resto.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN