Wednesday, August 19, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Intervensi Harga Beras, Pemko Medan Intensifkan GPM di Lima Kecamatan

Mistar.idRabu, 19 Agustus 2026 pukul 15.01 WIB
intervensi_harga_beras_pemko_medan_intensifkan_gpm_di_lima_kecamatan

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3), Ahmad Untung Lubis saat bersama Wali Kota Medan meninjau pasar beberapa waktu lalu. (foto:dokumen/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID (19/8/2026) - Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3), Ahmad Untung Lubis, mengatakan pihaknya akan mengintensifkan Gerakan Pangan Murah (GPM) di kecamatan untuk mengintervensi harga beras yang melonjak di pasaran.

“Berkolaborasi dengan Bulog dan Bank Indonesia (BI), setiap bulan kita menggelar GPM. Sistemnya bergilir di 21 kecamatan sesuai permintaan. Jadi setiap bulan itu hanya satu kecamatan saja yang menggelar GPM,” katanya kepada Mistar, Rabu (19/8/2026).

Namun, di tengah kondisi mahalnya harga beras, Untung mengaku pihaknya akan menggelar GPM di lima kecamatan sekaligus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kalau kondisi ini berlanjut jelas akan berdampak terhadap inflasi Kota Medan. Kita tidak ingin itu terjadi, makanya GPM akan kita tingkatkan sehingga persoalan beras bisa teratasi,” ujarnya.

Dijelaskan Untung, rencananya bulan September pihaknya juga akan menggelar Bazar Murah untuk membantu masyarakat.

“Ini masih rencana, lagi kita siapkan semuanya, termasuk berkoordinasi dengan pihak-pihak yang berkaitan. Kalau jadi, nanti di Bazar Murah akan tersedia beberapa bahan pokok lainnya, jadi tidak beras saja. Ini kita masih menunggu informasi dari BI lantaran mereka lagi berganti kepengurusan, sehingga sedikit berubah waktunya,” ucapnya.

Disinggung adakah penimbunan terjadi, Untung menyebut hal itu belum ditemukan berdasarkan pemantauan pihaknya bersama OPD maupun instansi terkait.

“Setiap hari kita monitor dan sampai saat ini memang tidak ada kita temukan penimbunan. Kalau ada pasti kita tindak tegas. Mahalnya harga beras juga terjadi di daerah lain, sehingga bisa dibilang apa yang kita rasakan juga dirasakan daerah lain. Meski begitu, kami akan terus berupaya melakukan intervensi harga beras lewat program yang sudah kita susun, salah satunya GPM,” pungkasnya. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN