Harga Beras Tembus Rp17 Ribu, DPRD Sumut Desak Pemerintah Gelar Operasi Pasar

Anggota Komisi B DPRD Sumut, Rudi Alfahri Rangkuti. (Foto: Dokumentasi Pribadi/Mistar)
Medan, MISTAR.ID - Anggota Komisi B DPRD Sumatera Utara (Sumut), Rudi Alfahri Rangkuti, mendesak Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu) maupun pemerintah pusat melakukan intervensi terhadap harga beras yang saat ini naik drastis kembali stabil.
Hal ini disampaikan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut menyikapi kondisi kenaikan harga beras yang saat ini tembus Rp17.000 per kilogram di beberapa pasar yang ada di Sumut.
Meski saat ini Indonesia mengalami surplus beras, Rudi menjelaskan beberapa faktor membuat harga beras naik, di antaranya elnino, fenomena pemanasan suhu muka laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur.
“Banyak faktor kenaikan harga beras, meski Indonesia saat ini surplus beras, tetapi status elnino saat ini juga mempengaruhi kenaikan harga beras,” ujarnya, Rabu (19/8/2026).
Ia mengatakan fenomena elnino membuat masa panen yang berubah. Untuk itu, ia menegaskan intervensi dari pemerintah terhadap harga beras sangat penting untuk dapat mengembalikan stabilitas harga agar kembali normal.
“Tentunya kita berharap pemerintah harus melakukan intervensi terhadap harga beras, agar masyarakat tidak mengalami persoalan dalam menghadapi kenaikan harga itu,” katanya.
Ia mengkhawatirkan inflasi akan terjadi di Sumatera Utara atas kenaikan harga beras saat ini. Menurutnya, hal itu dapat mengmhambat stabilitas ekonomi masyarakat. Untuk itu, ia menyarankan pemerintah segera melakukan operasi pasar.
“Kita khawatir kejadian ini dapat terjadi inflasi, pemerintah pusat hingga daerah kita harapkan melakukan operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga,” ucapnya.
PREVIOUS ARTICLE
Puting Beliung Terjang Medan Johor, 120 Rumah Terdampak






















