Pelindo Bahas Pengerukan Alur Pelabuhan Belawan, Nelayan Sampaikan Masukan

Teks Foto: Sejumlah elemen masyarakat dan pemerintah mengikuti konsultasi publik. (Foto: Kamal)
Medan, MISTAR.ID (19/8/2026) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Belawan menggelar konsultasi publik penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) rencana pengerukan kolam pelabuhan dan alur pelayaran Belawan, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan di Aula Kantor Kecamatan Medan Belawan ini membahas rencana pengerukan dan penempatan material hasil pengerukan atau dumping.
Konsultasi dihadiri Pemprov Sumut, Pemko Medan, KSOP Utama Belawan, unsur TNI-Polri, organisasi nelayan, tokoh masyarakat, dan warga sekitar.
Manager HSSE Regional 1 Pelindo M. Ismail Syahputra Ritonga mengatakan, konsultasi bertujuan menyampaikan informasi valid sekaligus menampung masukan masyarakat.
"Kami ingin memastikan masyarakat mendapat informasi yang jelas terkait rencana kegiatan kepelabuhanan di perairan, sekaligus memberi ruang diskusi agar kegiatan berjalan selaras dengan kepentingan masyarakat," ujar Ismail.
Dalam diskusi, masyarakat menyampaikan masukan terkait wilayah tangkap nelayan, lokasi pembuangan material pengerukan, dampak terhadap lingkungan pesisir dan perikanan, serta aspek keselamatan kerja.
Warga juga berharap pengerukan dapat menambah kedalaman alur sehingga pelayanan kapal di Pelabuhan Belawan semakin optimal.
Executive General Manager Pelindo Regional 1 Belawan Yusrizal menyebut masukan masyarakat penting dalam penyusunan AMDAL.
"Konsultasi publik menjadi ruang bagi kami mendengar langsung masukan. Hal ini agar rencana kegiatan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan sosial di sekitar Pelabuhan Belawan," kata Yusrizal.
Pengerukan kolam dan alur pelayaran merupakan upaya menjaga kesiapan infrastruktur perairan demi keselamatan dan kelancaran arus kapal.
Pelindo berkomitmen pengembangan Pelabuhan Belawan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan kepentingan masyarakat.(Kamaluddin/hm02)

























