Sunday, August 23, 2026
home_banner_first
SUMUT

Waspada! BMKG Deteksi 16 Titik Panas di Sumut, Labura Terbanyak

Mistar.idMinggu, 23 Agustus 2026 pukul 19.04 WIB
waspada_bmkg_deteksi_16_titik_panas_di_sumut_labura_terbanyak_

Titik panas di sejumlah wilayah Sumut. (Foto: BMKG)

news_banner

Medan, MISTAR.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebanyak 16 titik panas atau hotspot di wilayah Sumatera Utara (Sumut) pada Minggu (23/8/2026).

Prakirawan Balai Besar BMKG (BBMKG) Wilayah I Medan, Putri, merinci sebaran titik panas tersebut.

Dari total 16 titik, sebanyak tujuh titik berada di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) dan menjadi yang terbanyak.

"Untuk pengamatan tanggal 23 Agustus 2026 hingga pukul 16.00 WIB, terpantau ada 16 titik. Dengan rincian, tujuh titik tersebar di Kabupaten Labura dan tiga titik di Kabupaten Labuhanbatu," ujarnya saat dikonfirmasi Mistar melalui telepon seluler.

Sebaran Titik Panas LainnyaSelanjutnya, dua titik berada di Kabupaten Karo, dua titik di Kabupaten Tapanuli Utara, satu titik di Kabupaten Labuhanbatu Selatan, dan satu titik di Kabupaten Langkat.

"Seluruh titik panas tersebut menunjukkan indikator warna kuning yang artinya tingkat kepercayaan atau confidence sedang terhadap deteksi titik panas oleh satelit," katanya.

BMKG menjelaskan munculnya titik panas biasanya menjadi indikator suhu permukaan yang relatif lebih tinggi dibandingkan wilayah sekitarnya.

Hal ini terdeteksi sensor satelit dan dapat menjadi indikasi awal terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Namun, untuk memastikan apakah titik panas tersebut merupakan karhutla atau bukan, perlu dilakukan pengecekan langsung ke lapangan dan berkoordinasi dengan instansi terkait.

"Munculnya hotspot sebagian besar dipicu oleh aktivitas manusia, seperti pembukaan lahan dengan cara membakar. Kondisi ini diperparah cuaca kering sehingga api mudah menyebar dan terdeteksi satelit," ujarnya.

Selain itu, kurangnya tutupan awan di wilayah tersebut juga menyebabkan titik panas muncul.

Akibatnya, sinar matahari langsung menyinari permukaan.

"Kurangnya tutupan awan di beberapa wilayah Sumut menyebabkan penyinaran matahari ke permukaan bumi lebih maksimal. Hal ini mengakibatkan suhu panas yang berpotensi memicu munculnya titik panas," tambahnya.

BMKG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, terutama di wilayah yang terdeteksi titik panas. Faktor pembukaan lahan dengan cara dibakar, tegasnya, dapat memicu api cepat menjalar ke area lain.(Deddy/hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN