Tuesday, July 14, 2026
home_banner_first
MEDAN

BMKG: Terdeteksi Delapan Titik Panas di Sumut, Terbanyak di Padang Lawas Utara

Mistar.idSelasa, 14 Juli 2026 pukul 11.48 WIB
bmkg_terdeteksi_delapan_titik_panas_di_sumut_terbanyak_di_padang_lawas_utara

Ilustrasi titik panas. (Foto: Pixabay)

news_banner

Medan, MISTAR.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebanyak delapan titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera Utara (Sumut) yang tersebar di Kabupaten Toba, Labuhanbatu Utara, hingga Labuhanbatu.

"Berdasarkan pantauan citra satelit pada Senin (13/7/2026), terdapat delapan titik panas di Sumut yang tersebar di Kabupaten Toba, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu, Padang Lawas Utara, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Selatan," kata prakirawan Balai Besar MKG (BBMKG) Wilayah I Medan, Lestari Irene Purba, saat dihubungi Mistar via sambungan seluler, Selasa (14/7/2026).

Lestari menguraikan, dari tujuh kabupaten tersebut, Padang Lawas Utara penyumbang titik panas terbanyak dengan jumlah tiga titik yang tersebar di wilayah Kecamatan Dolok Sigompulon satu titik panas dan dua titik panas di Kecamatan Padang Bolak.

"Lima titik panas lainnya di Kecamatan Kualuh Leidong, Labuhanbatu Utara. Kecamatan Panai Tengah, Labuhanbatu. Kecamatan Aek Bilah, Tapanuli Selatan. Kecamatan Parmonangan, Tapanuli Utara. Kecamatan Nassau, Toba," ujarnya.

BMKG menjelaskan, titik panas muncul dikarenakan kurangnya tutupan awan di daerah-daerah tersebut. Akibatnya, sinar matahari langsung menyinari permukaan.

"Kurangnya tutupan awan di beberapa wilayah Sumut menyebabkan panas penyinaran matahari ke permukaan bumi lebih maksimal, sehingga mengakibatkan suhu panas yang berpotensi munculnya titik panas di wilayah tersebut," ucap Lestari.

BMKG mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara pembakaran, terutama di wilayah yang terdeteksi titik panas. Sebab, pembukaan lahan dengan cara dibakar akan memicu api makin cepat menjalar ke area lain.

"Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan suhu udara dan angin kencang. Hindari paparan sinar matahari secara langsung dalam waktu yang lama, penuhi kebutuhan cairan tubuh, serta berhati-hati terhadap pohon, baliho, atau bangunan yang berpotensi terdampak angin kencang," tutur Lestari. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN