Sulit Mendapatkan Solar, Biaya Operasional Bus ALS Meningkat dan Perjalanan Terganggu

Armada Bus ALS mengantre untuk mengisi solar di SPBU Amplas (Pertamina 14.202.185). (Foto: Berry/Mistar)
Medan, MISTAR.ID - Para pengusaha bus di Kota Medan turut merasakan dampak akibat sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar, dalam beberapa waktu terakhir.
Hal itu disampaikan Humas PT ALS, Alwi Matondang. Menurutnya, pihaknya turut merasakan dampak terhadap operasional akibat sulitnya memperoleh BBM jenis solar di Kota Medan.
"Kalau dampak terhadap operasional bus kami, pertama biayanya bertambah dan kedua waktu perjalanan juga bertambah. Jadi dua hal itu yang paling terasa dampaknya," ujarnya kepada Mistar, Selasa (14/7/2026).

Humas PT ALS, Alwi Matondang, saat ditemui di ruang kerjanya. (Foto: Berry/Mistar)
Lebih lanjut, Alwi mengatakan penambahan biaya operasional akibat sulitnya mendapatkan BBM jenis solar cukup besar dirasakan pihaknya, mengingat waktu perjalanan menjadi lebih lama.
"Ya lumayan juga (penambahan biaya operasional). Yang jelas ada penambahan biaya untuk operasional kami dalam satu hari satu malam. Penambahan itu cukup besar untuk operasional bus saat ini," ucapnya.
Selain itu, ia mengatakan salah satu dampak lainnya adalah keberangkatan Bus ALS yang sempat mengalami penundaan karena belum mendapatkan BBM jenis solar. Kondisi tersebut, kata dia, juga merugikan penumpang.
"Kalau keberangkatan bus tetap berjalan, tetapi terkadang terpaksa kami undur waktunya. Iya, sempat diundur karena permasalahan kelangkaan BBM dan kemacetan akibat antrean panjang di SPBU," tuturnya.
Alwi menyebut belakangan armada Bus ALS mengisi solar di SPBU kawasan Jalan Sisingamangaraja (SM Raja). Namun, terkadang stok di lokasi tersebut juga habis sehingga pihaknya terpaksa berpindah-pindah mencari SPBU lain.
Permasalahan yang disampaikan Alwi merupakan keluhan yang dialami para sopir Bus ALS dalam upaya mendapatkan BBM jenis solar agar operasional tetap berjalan. (hm25)






















