Friday, August 21, 2026
home_banner_first
MEDAN

BMKG Deteksi Satu Titik Panas di Karo, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan

Mistar.idJumat, 21 Agustus 2026 pukul 21.15 WIB
bmkg_deteksi_satu_titik_panas_di_karo_warga_diimbau_tak_bakar_lahan

Titik panas di Kabupaten Karo. (Foto: BMKG/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi satu titik panas atau hotspot di Sumatera Utara (Sumut).

Prakirawan Balai Besar MKG (BBMKG) Wilayah I Medan, Ilham Haris, mengatakan titik panas tersebut terdeteksi di wilayah Kabupaten Karo. Ia tak dapat memastikan titik panas ini merupakan kebakaran hutan atau bukan.

"Terdapat satu titik panas di Karo per pukul 15.00 WIB. Untuk memastikan hotspot ini kebakaran, dapat menghubungi instansi terkait, karena hotspot sendiri merupakan indikasi tingginya suhu permukaan tanah yang terdeteksi oleh sensor satelit," ujarnya, Jumat (21/8/2026).

Ilham menjelaskan, munculnya titik panas biasanya indikator suhu permukaan relatif lebih tinggi dibanding wilayah sekitarnya yang terdeteksi oleh sensor satelit (MODIS, VIIRS, NOAA) dan sebagai indikasi awal terjadinya kebakaran hutan serta lahan.

"Munculnya hotspot sebagian besar dipicu oleh aktivitas manusia, seperti pembukaan lahan dengan cara membakar, diperparah cuaca kering yang membuat api mudah menyebar dan terdeteksi satelit," katanya.

Selain itu, tambah Ilham, hotspot juga muncul karena kurangnya tutupan awan di daerah-daerah tersebut. Akibatnya, sinar matahari langsung menyinari permukaan.

"Kurangnya tutupan awan di beberapa wilayah Sumut menyebabkan panas penyinaran matahari ke permukaan bumi lebih maksimal, sehingga mengakibatkan suhu panas yang berpotensi munculnya titik panas di wilayah tersebut," kata Ilham.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara pembakaran, terutama di wilayah yang terdeteksi titik panas. Sebab, pembukaan lahan dengan cara dibakar akan memicu api makin cepat menjalar ke area lain.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN