Tuesday, October 6, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Bener Meriah Tetapkan Siaga Darurat Bencana hingga Akhir 2026

Mistar.idSelasa, 6 Oktober 2026 pukul 08.10 WIB
bener_meriah_tetapkan_siaga_darurat_bencana_hingga_akhir_2026

Warga Bener Meriah berjalan kaki untuk mencari bahan pangan saat terdampak bencana banjir bandang pada akhir 2025 lalu. (Foto: Dokumentasi Warga Bener Meriah/Wildan)

news_banner

Banda Aceh, MISTAR.ID - Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, Aceh menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi mulai 5 Oktober hingga 31 Desember 2026.

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Bener Meriah Nomor 360/520/SK/2026 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana di Kabupaten Bener Meriah.

Kepala BPBD Bener Meriah, Ilham Abdi, mengatakan penetapan status siaga darurat dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi peningkatan curah hujan berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Status siaga darurat ini merupakan langkah antisipasi dan kesiapsiagaan. Kita tidak menunggu bencana terjadi baru bergerak. Seluruh unsur harus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan personel, peralatan maupun logistik," kata Ilham kepada wartawan, Senin (5/10/2026).

Berdasarkan prediksi BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II Aceh, pada Oktober 2026 Kecamatan Syiah Utama dan Timang Gajah diperkirakan mengalami curah hujan kategori tinggi, yakni 300 hingga 500 milimeter.

Kondisi tersebut diprediksi meluas pada November 2026. Seluruh kecamatan di Kabupaten Bener Meriah diperkirakan mengalami curah hujan kategori tinggi dengan intensitas 300 hingga 500 milimeter per bulan.

Sementara pada Desember 2026, seluruh kecamatan diprediksi mengalami curah hujan kategori menengah dengan intensitas 150 hingga 300 milimeter per bulan.

Ilham mengatakan peningkatan curah hujan berpotensi memicu sejumlah bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang dan tanah longsor. Kondisi tersebut juga dapat mengganggu akses jalan serta merusak infrastruktur.

"Untuk itu kita mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar sungai, daerah rawan banjir, kawasan lereng dan wilayah yang memiliki riwayat longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan," ujarnya.

Dengan ditetapkannya status siaga darurat, BPBD Bener Meriah akan meningkatkan kesiapan Tim Reaksi Cepat (TRC), pemantauan wilayah, posko, personel, peralatan serta logistik.

Pemerintah Kabupaten Bener Meriah juga mengacu pada imbauan Pemerintah Aceh agar seluruh daerah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi.

Sebelumnya, pada akhir 2025, bencana banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah Bener Meriah. Daerah tersebut menjadi salah satu wilayah yang mengalami kerusakan cukup parah, termasuk pada fasilitas umum dan infrastruktur. (hm25/cnn Indonesia)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN