Friday, August 21, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Banjir Serbelawan, Pemkab Simalungun Benahi Pintu Air Dolok Hilir

Mistar.idJumat, 21 Agustus 2026 pukul 15.24 WIB
banjir_serbelawan_pemkab_simalungun_benahi_pintu_air_dolok_hilir

Pemkab Simalungun saat melakukan pembersihan pascabanjir Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar. (Foto: Diskominfo Simalungun/Mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID - Penanganan banjir Serbelawan tidak berhenti pada pembersihan lumpur dari rumah warga. Pemerintah Kabupaten Simalungun kini mulai membenahi pintu air di Dolok Hilir yang kondisinya disebut telah lama terbengkalai.

Kepala BPBD Simalungun, Budiman Silalahi, mengatakan pintu air tersebut menjadi salah satu titik yang perlu segera diperbaiki. Dari hasil penanganan di lapangan, ditemukan sedimen yang menumpuk hingga hampir enam meter.

"Pintu air itu buktinya sudah berapa puluh tahun tidak dirawat. Selama ini kan sudah berhenti itu, ternyata di situ terdapat sedimen sampai menumpuk hampir enam meter," kata Budiman, Jumat (21/8/2026).

Menurut Budiman, kondisi tersebut menjadi salah satu persoalan yang harus dibenahi dalam upaya mengurangi risiko banjir di kawasan Serbelawan.

"Perbaikan pintu air saat ini masih berjalan, sedang di bengkel," ucapnya.

Pekerjaan sempat terkendala setelah alat berat yang digunakan di lokasi tidak dapat berfungsi karena medan yang sempit. Alat tersebut akhirnya ditarik dan pekerjaan dilanjutkan secara manual.

"Kita manualkan, kita buat secara manual dan sudah berjalan," ujarnya.

BPBD juga terus berkoordinasi dengan camat dan pangulu selama proses perbaikan. Pemerintah, kata Budiman, berupaya agar pekerjaan tetap berjalan sembari menunggu tahapan berikutnya.

Selain pintu air, Pemkab Simalungun juga berencana memperbaiki tembok penahan air di sepanjang kawasan madrasah yang ikut terdampak banjir.

Budiman mengatakan pihaknya baru menerima hasil kajian banjir dari konsultan pada Kamis pagi. Hasil kajian tersebut selanjutnya akan dilaporkan kepada pimpinan sebagai bahan menentukan langkah penanganan.

"Baru semalam sampai suratnya sama kita, itu pun karena terus kita susul. Progres [perbaikan] tetap berjalan di Serbelawan untuk penanggulangan semaksimal mungkin terus kita laksanakan sampai hari ini," katanya.

Ia menegaskan penanganan dilakukan dengan tujuan mengurangi dampak jika terjadi peningkatan debit air kembali. Kondisi di lapangan terus dipantau, terutama pada titik-titik yang dinilai berisiko.

"Tidak hanya berfokus pada penanganan dampak banjir, tetapi juga membenahi infrastruktur pengendali air yang dinilai perlu mendapat perhatian. Kita upayakan meminimalkan kondisi di lapangan, jangan sampai ada korban," kata Budiman mengakhiri. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN