Harga Minyak Turun Hampir 2 Persen, Ekspor Timur Tengah Jadi Pemicu

Ilustrasi harga minyak dunia turun. (Foto: Media MNC)
Jakarta, MISTAR.ID – Harga minyak dunia turun hampir 2 persen pada akhir perdagangan Senin (5/10/2026) waktu setempat atau Selasa (6/10/2026) pagi WIB.
Penurunan terjadi setelah ekspor minyak mentah dari Timur Tengah meningkat. Di saat yang sama, negara-negara anggota G7 berkomitmen menambah pasokan minyak dari cadangan darurat.
Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent untuk kontrak terdekat turun 1,93 dollar AS atau 1,89 persen menjadi 100,32 dollar AS per barrel.
Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 1,68 dollar AS atau 1,84 persen menjadi 89,43 dollar AS per barrel.
Data menunjukkan ekspor minyak mentah dari Timur Tengah telah melampaui level sebelum perang dalam empat dari tujuh hari pada pekan terakhir September.
Peningkatan ekspor tersebut terjadi meski kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz masih menghadapi risiko serangan.
"Meski kapal tanker masih berisiko, harapannya adalah pada akhirnya lebih banyak minyak dapat mencapai pasar," kata Presiden Lipow Oil Associates, Andrew Lipow.
Di sisi lain, negara-negara G7 pada Jumat pekan lalu menyepakati pelepasan 100 juta barrel diesel dan minyak mentah dari cadangan darurat. Negara-negara tersebut juga berkomitmen tidak memberlakukan pembatasan ekspor energi setelah mendapat tekanan dari Presiden AS Donald Trump.
Namun, tambahan pasokan tersebut belum sepenuhnya meyakinkan pasar.
Analis Raymond James, Pavel Molchanov, mengatakan pasar masih skeptis karena belum jelas berapa banyak minyak dalam kesepakatan baru tersebut yang berasal dari sisa volume pelepasan cadangan darurat sebesar 400 juta barrel.
Volume tersebut merupakan bagian dari pelepasan cadangan yang dikoordinasikan Badan Energi Internasional (IEA) dan diumumkan pada Maret. (Reuters)



















































