Tuesday, October 6, 2026
home_banner_first
MEDAN

Ayah Bangga Egy Maulana Vikri Jadi Bagian Sejarah Juara Piala ASEAN 2026

Mistar.idSelasa, 6 Oktober 2026 pukul 20.56 WIB
ayah_bangga_egy_maulana_vikri_jadi_bagian_sejarah_juara_piala_asean_2026_

Syarifuddin, ayah Egy Maulana Vikri, bangga putranya menjadi bagian skuad Garuda juara Piala ASEAN 2026 di Jakarta. (Foto: Iqbal/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID (6/10/2026)- Senin malam, 5 Oktober 2026, menjadi malam yang tak akan dilupakannya. Putranya, Egy Maulana Vikri, baru saja mengangkat trofi Piala ASEAN 2026 bersama Timnas Indonesia.

"Sebagai orang tua, saya tentunya bangga melihat Egy bisa membantu tim menjadi juara," ujar Syarifuddin saat ditemui di kediamannya, Selasa (6/10/2026) sore.

Kebanggaan itu bukan tanpa alasan. Egy bukan sekadar pelengkap skuad. Ia hadir di saat-saat paling menentukan bagi Garuda.

Di final kontra Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Egy masuk pada babak perpanjangan waktu menggantikan Calvin Verdonk. Kehadirannya langsung mengubah ritme.

Sebuah aksi dribelnya dilanjutkan umpan kunci kepada Rizki Ridho. Dari kaki Ridho, bola mengalir kepada Elkan Baggott yang menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Indonesia akhirnya menang 4-2 lewat adu penalti.

"Pemain kita hampir semua main di Eropa, jadi tidak ada alasan tidak juara. Tapi saya memang prediksi lawan di final tidak mudah, saya prediksi dari awal adu penalti," ucap Syarifuddin.

Keyakinan sang ayah pada tim asuhan John Herdman itu sudah tumbuh sejak awal turnamen. Bukan hanya karena kualitas materi pemain, tetapi juga karena mental bertanding yang kian matang.

Malam final itu disaksikan Syarifuddin tidak sendirian. Bersama warga kompleks, ia menggelar nonton bareng. Bukan hanya untuk melihat putranya, melainkan sebagai bentuk dukungan untuk seluruh skuad Garuda.

"Kami nobar di sini, kompleks kami ini nobar, kawan-kawan juga datang jadi banyak yang nobar," tuturnya.

Peran Egy sejatinya sudah terlihat sejak fase grup. Saat Indonesia membutuhkan gol demi menjaga asa lolos, ia menjadi kreator gol kesembilan dalam kemenangan 9-2 atas Bangladesh. Umpan jauhnya membuka ruang bagi Ole Romeny berlari dan mengirim assist kepada Mitchell Baker yang mengunci kemenangan.

Kini, setelah trofi pertama Piala ASEAN yang baru pertama kali digelar itu resmi menjadi milik Indonesia, Syarifuddin hanya menitipkan satu pesan.

"Untuk Piala Asia 2027 semoga bisa dipanggil kembali, karena saya kira masuk timnas sekarang sangat sulit, persaingan bukan hanya dengan putra daerah, tapi dengan diaspora. Makanya manfaatkan kesempatan sebaik mungkin," katanya.

Bagi Syarifuddin, gelar ini bukan akhir. Ini adalah penanda bahwa kerja keras sang anak di Dewa United dan di tim nasional masih harus terus berlanjut.(hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN