Kurma Jadi “Next Big Food Trend” 2026, Bukan Lagi Sekadar Takjil

Kurma Jadi “Next Big Food Trend” 2026, Bukan Lagi Sekadar Takjil. (foto ilustrasi:gemini/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (6/10/2026) — Kurma sedang mengalami perubahan status. Buah yang selama ini lekat dengan Ramadan dan hidangan berbuka puasa itu mulai muncul dalam berbagai format baru, dari chocolate-covered dates, caramel dan energy snack hingga saus, glaze, minuman dan hidangan gurih di restoran.
Sinyalnya semakin kuat pada 2026. Bon Appétit melaporkan kategori produk berbasis kurma di kanal grocery konvensional Amerika Serikat tumbuh 24,1 persen hingga Juni 2026, sementara media kuliner Vogue Adria pada 4 Oktober 2026 menyebut kurma sebagai “it-food” baru dan salah satu kandidat next big food trend.
Yang membuat fenomena ini menarik, kurma tidak sekadar menjadi makanan yang sedang viral. Kurma mulai diperlakukan sebagai bahan kuliner serbaguna.
Dari Buah Ramadan Menjadi Bahan Kuliner Global
Selama ini, kurma punya asosiasi yang sangat kuat dengan Ramadan. Namun di dapur modern, penggunaannya mulai jauh melampaui buah kering yang dimakan langsung.
Kurma kini diolah menjadi pasta, sirup, bubuk, caramel hingga bahan pengikat. Teksturnya yang lengket membuatnya dapat menyatukan berbagai bahan, sedangkan rasa manis dan karakter caramel-nya membuatnya mudah digunakan dalam makanan maupun minuman.
Tren tersebut juga sejalan dengan perubahan selera konsumen yang mencari makanan yang terasa lebih natural, tetapi tetap memberikan sensasi indulgent.
Whole Foods Market, misalnya, memasukkan tren penggunaan pemanis dari whole fruit, madu dan maple syrup dalam prediksi makanan 2026. Mereka juga kembali menyoroti kombinasi peanut butter dan kurma yang sebelumnya berkembang lewat media sosial.
Kurma + Cokelat, Peanut Butter hingga Keju
Salah satu pintu masuk kurma ke pasar mainstream adalah snack.
Kurma diisi peanut butter, dilapisi cokelat, dibuat menjadi date bark, energy bites atau caramel kini semakin mudah ditemukan dalam berbagai eksplorasi resep dan produk.
Kombinasi tersebut menarik karena kurma memberikan rasa manis dan tekstur chewy, sementara cokelat, kacang atau nut butter memberikan lemak, protein dan rasa gurih.
Di Inggris, tren ini bahkan terlihat dari data penjualan. The Guardian melaporkan penjualan Medjool dates di Ocado naik dua kali lipat secara tahunan pada 2026, sementara pencarian untuk date butter dan chocolate dates juga melonjak.
Namun eksperimen kurma tidak berhenti di ranah dessert.
Kurma juga semakin mudah ditemukan dalam kombinasi manis-gurih, termasuk dengan keju, kacang dan bahan fermentasi.
Ketika Kurma Bertemu Daging dan Hidangan Gurih
Perubahan terbesar justru terjadi ketika kurma keluar dari wilayah dessert.
Di restoran-restoran modern, kurma mulai digunakan sebagai komponen hidangan gurih—termasuk bersama daging dan seafood.
MICHELIN Guide mencatat Chef Solemann Haddad di restoran satu bintang MICHELIN Moonrise, Dubai, menggunakan date syrup bersama foie gras. Di restoran satu bintang MICHELIN Talea by Antonio Guida di Abu Dhabi, Chef Luigi Stinga menggunakan date jus dalam slow-cooked beef bones, lalu memasangkannya dengan hazelnut panggang dan savoy cabbage. Sementara restoran 3Fils menggunakan Medjool dalam miso glaze untuk sea bass.
Eksperimen tersebut menunjukkan satu hal: chef tidak lagi melihat kurma hanya sebagai sumber rasa manis.
Kurma dapat memberikan kedalaman rasa, karakter buah kering, tekstur dan identitas budaya pada sebuah hidangan.
Mengapa Kurma Cocok dengan Tren Makanan 2026?
Ada alasan mengapa kurma mendapat momentum sekarang.
Pertama, konsumen semakin tertarik pada makanan yang memberikan keseimbangan antara “better-for-you” dan indulgence. Bon Appétit mencatat kurma dianggap menarik karena memiliki rasa manis alami sekaligus kandungan serat, sehingga dapat masuk ke kategori snack yang terasa lebih sederhana dan tidak terlalu “direkayasa”.
Kedua, kurma sangat fleksibel.
Satu bahan dapat digunakan sebagai buah, filling, binder, syrup, powder, caramel maupun glaze. Artinya, produsen makanan tidak harus menjualnya dalam bentuk buah utuh.
Ketiga, kurma mempunyai cerita budaya yang kuat.
Bagi chef di kawasan Timur Tengah, penggunaan kurma bukan sekadar mengikuti tren. MICHELIN mencatat bagaimana sejumlah chef menggunakannya sebagai bahan yang membawa memori, tempat dan identitas budaya ke dalam hidangan modern.
Dari Viral di Media Sosial hingga Fine Dining
Inilah yang membedakan tren kurma dengan sekadar makanan viral.
Di satu sisi, kurma berkembang melalui resep media sosial seperti peanut butter date bark dan chocolate-covered dates. Di sisi lain, bahan yang sama sudah masuk ke dapur fine dining.
Pergerakan dari TikTok ke restoran Michelin-starred menunjukkan bahwa kurma memiliki ruang di berbagai level pasar.
Dari snack harian hingga tasting menu.
Dari produk grocery hingga bahan signature chef.
Peluang Baru untuk Indonesia
Tren global ini menarik bagi Indonesia karena kurma sebenarnya sudah sangat familiar di pasar domestik.
Tantangannya adalah mengubah persepsi dari “kurma untuk Ramadan” menjadi “kurma sebagai bahan makanan sepanjang tahun.”
Peluangnya terbuka lebar untuk kreasi seperti date caramel, kurma cokelat, date cheesecake, date coffee, date milk, energy bites, hingga kombinasi dengan cita rasa lokal.
Kurma bahkan dapat dipertemukan dengan bahan Indonesia seperti kopi, gula aren, kelapa, pandan atau cabai untuk menciptakan produk yang terasa lokal tetapi mengikuti tren global.
Dengan kata lain, Indonesia tidak harus sekadar mengikuti tren kurma.
Indonesia bisa ikut menciptakan versinya sendiri.
Kurma Bukan Bahan Baru, tetapi Perannya yang Baru
Kurma sudah dikonsumsi manusia sejak ribuan tahun lalu. Yang berubah bukan buahnya, melainkan cara dunia kuliner memandangnya.
Dari buah kering menjadi ingredient.
Dari takjil menjadi snack.
Dari snack menjadi dessert.
Dari dessert masuk ke saus, daging dan seafood.
Dan dari dapur rumahan akhirnya sampai ke tasting menu restoran berbintang.
Itulah yang membuat kebangkitan kurma pada 2026 layak diperhatikan.
Kurma mungkin bukan makanan baru. Tetapi cara dunia menggunakannya sedang memasuki babak baru.
(bonappetit/vogueadria/wholesfoodsmarket/theguardian/michelinguide/*/hm27)
















































