Cegah Banjir Serbelawan Berulang, Sungai Pondok Pelita Dikeruk

Teks foto: Penanganan banjir di kawasan Pasar Bawah, Kelurahan Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar.(foto: Diskominfo/mistar)
Simalungun, MISTAR.ID (11/8/2026) - Upaya mencegah terulangnya banjir di kawasan Pasar Bawah, Kelurahan Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun terus dilakukan. Setelah membersihan material yang berada di aliran sungai, berlanjut pada pengerukan guna mengurangi risiko banjir.
Pantauan mistar, pengerukan sedimentasi dilakukan di Sungai Pondok Pelita, Nagori Dolok Merangir I, Senin (10/8/2026). Pasir yang menumpuk di aliran sungai dikeruk menggunakan alat berat dan sebagian materialnya dimanfaatkan untuk memulihkan sejumlah fasilitas yang terdampak banjir.
Camat Dolok Batu Nanggar, Siti Aminah Siregar, mengatakan, material hasil pengerukan digunakan untuk menimbun sejumlah lokasi yang mengalami kerusakan setelah diterjang banjir.
"Dari semalam kami melakukan normalisasi. Material sedimentasi, pasir kami keruk. Hasil kerukan kita gunakan untuk menimbun lokasi yang perlu dipulihkan," kata Siti, Selasa (11/8/2026).
Selain itu, hasil kerukan berupa material tersebut dimanfaatkan untuk menimbun halaman Masjid Taqwa, SD Muhammadiyah, serta sejumlah ruas jalan di sekitar Pasar Bawah. Langkah itu dilakukan agar fasilitas yang terdampak dapat kembali digunakan masyarakat.
Pengerjaannya melibatkan sejumlah pihak. Alat berat dari perusahaan sekitar, termasuk PT Bridgestone, dikerahkan membantu pengerukan. Armada Dinas Lingkungan Hidup Simalungun juga ikut mengangkut material, sekaligus membantu meratakan sejumlah titik yang rusak akibat derasnya arus banjir.
Menurut Siti, pemulihan kali ini tidak hanya menyasar kerusakan yang sudah terjadi. Pemerintah kecamatan bersama Pemkab Simalungun juga tengah membahas langkah pencegahan agar persoalan banjir di kawasan tersebut tidak terus berulang setiap musim hujan.
"Kami berkoordinasi dengan PT Bridgestone dan PTPN IV Unit Dolok Ilir terkait langkah-langkah pencegahan banjir. Sinergi ini terus kami tindak lanjuti agar ke depan dapat diwujudkan solusi yang efektif," ujarnya.
Koordinasi lintas sektor dilakukan karena persoalan banjir tidak cukup ditangani dengan membersihkan kawasan yang terdampak. Kondisi aliran sungai, akses alat berat dan sejumlah titik yang berpotensi menghambat penanganan juga menjadi perhatian.
BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Simalungun juga telah meninjau akses menuju kawasan PLTA Bah Bolon, Dolok Ilir I. Peninjauan dilakukan untuk menemukan jalur yang memungkinkan dilalui alat berat, sehingga penanganan teknis di lapangan dapat dilakukan.
Pemkab Simalungun berharap, pengerukan dan normalisasi Sungai Pondok Pelita menjadi bagian dari penanganan yang lebih panjang, bukan sekadar respons setelah banjir terjadi. Dengan keterlibatan pemerintah, perusahaan dan masyarakat, upaya mitigasi diharapkan dapat menekan ancaman banjir yang selama ini menghantui kawasan Pasar Bawah.(indra/hm02)
PREVIOUS ARTICLE
Bupati Simalungun Janji Akan Perbaiki Jalan Rusak di Silimakuta





















