Saturday, September 26, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Siswa SMPN 12 Siantar Dikeroyok Teman Sekelas, Video Viral Diminta Dihapus

Mistar.idSabtu, 26 September 2026 pukul 13.09 WIB
siswa_smpn_12_siantar_dikeroyok_teman_sekelas_video_viral_diminta_dihapus

Ilustrasi bullying. (Foto: Getty Images/iStockphoto/gan chaonan)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID - Seorang siswa SMP Negeri 12 Pematangsiantar, berinisial N, menjadi korban pengeroyokan oleh teman sekelasnya. Kejadian ini terungkap setelah keluarga korban buka suara, dan telah viral di media sosial.

Afda, kakak korban, mengatakan semua bermula dari saling ejek soal nama orang tua. Sempat berdamai setelah pelaku meminta maaf, ternyata masalah belum selesai. Saat pelajaran olahraga, pertengkaran itu kembali pecah.

“Adik saya dipanggil ke lantai atas waktu olahraga. Sebenarnya dia nggak mau ribut, tapi di sana malah diprovokasi, disikut, didorong-dorong,” kata Afda, Sabtu (26/9/2026).

Yang membuat makin parah, teman-teman pelaku ikut-ikutan menahan dan memojokkan korban, sampai dia tidak bisa melawan atau kabur.

“Yang mukul satu, tapi gengnya bantu dorong dan menahan adik saya. Ketua kelas malah sempat menutupi kejadian itu biar nggak kelihatan,” tambah Afda.

Kejadian itu baru berhenti setelah ada siswa yang melapor kepada guru. Korban pun langsung mendapat pertolongan pertama di sekolah.

Namun, keluarga menyayangkan reaksi sekolah yang lambat memberitahukan kejadian ini. Mereka baru tahu setelah N pulang menangis, penuh luka dan syok, diantar pelaku dan kakaknya.

“Guru memang sempat memberikan kompres, tapi nggak ada satu pun yang ngabarin kami, orang tuanya. Adik saya tiba-tiba pulang nangis,” ujar Afda, kecewa.

Setelah video insiden tersebut viral di media sosial, barulah sekolah dan orang tua pelaku bergerak. Sebelumnya, keluarga pelaku bahkan terkesan menghindari panggilan sekolah. Tetapi, ketika publik sudah tahu, mereka tak punya pilihan selain datang.

“Ibu pelaku sempat protes, kenapa sih harus diunggah ke media sosial,” jelas Afda.

Akhirnya, mediasi keluarga digelar Jumat (25/9/2026) malam. Orang tua pelaku meminta maaf langsung dan siap menanggung biaya pengobatan sampai korban benar-benar pulih.

Namun, masalah tidak berhenti di situ. Setelah kejadian ini, guru meminta video perundungan yang beredar supaya dihapus. Setelah permintaan itu dituruti, muncul dugaan intimidasi dari akun-akun anonim di media sosial.

Korban dan keluarganya juga merasakan tekanan baru. Saat lewat di sekitar sekolah, mereka sempat diejek oleh beberapa murid.

Sampai berita ini ditulis, sekolah sudah memanggil kedua orang tua dan korban ke pertemuan lanjutan untuk membahas penyelesaian masalah ini. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN