Saturday, September 26, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Banjir Besar Melanda Bangkok, Pemerintah Tetapkan Status Bencana di 50 Distrik

Mistar.idSabtu, 26 September 2026 pukul 15.57 WIB
banjir_besar_melanda_bangkok_pemerintah_tetapkan_status_bencana_di_50_distrik

Ruas jalanan Phetchaburi di Bangkok digenangi banjir pada Sabtu (26/9), kendaraan-kendaraan terjebak. (foto: AFP/Mistar)

news_banner

Bangkok, MISTAR.ID – Banjir besar melanda Bangkok, Tailan, setelah hujan deras mengguyur ibu kota tersebut secara terus-menerus. Pemerintah setempat kemudian menetapkan status bencana banjir di seluruh 50 distrik di Bangkok.

Seperti dilaporkan AFP, Sabtu (26/9/2026), keputusan tersebut diambil setelah Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt menyebut curah hujan yang mengguyur wilayah itu telah mendekati 300 milimeter sejak Kamis (24/9/2026).

Status bencana tersebut memberikan kewenangan kepada organisasi dan otoritas setempat untuk mengambil berbagai langkah penanganan guna mengatasi dampak banjir.

Hujan dilaporkan turun hampir tanpa henti sejak Kamis sore. Kondisi itu menyebabkan sejumlah ruas jalan tergenang. Air dari kanal-kanal yang meluap juga masuk ke rumah-rumah dan restoran yang berada di sekitar bantaran kanal.

Seorang pedagang berusia 67 tahun, Somkid Pheuk-ngam, mengatakan kepada AFP bahwa kondisi banjir membuatnya kesulitan meninggalkan rumah. Warga yang tinggal di kawasan dekat kanal di bagian utara pusat Bangkok itu menyebut ketinggian air telah mencapai pinggangnya.

Somkid juga mengatakan terpaksa menutup tokonya selama dua hari akibat banjir. Ia mengaku sudah sering menghadapi banjir, tetapi menilai kondisi kali ini lebih parah dibandingkan banjir besar yang terjadi pada 2011.

Melalui media sosial, Chadchart mengatakan wilayah Bangkok bagian timur menjadi salah satu kawasan yang paling terdampak. Ia juga mengingatkan warga mengenai kemungkinan turunnya hujan kembali.

Menurut Chadchart, upaya penyedotan dan pemompaan air terus dilakukan. Namun, kapasitas kanal yang sudah penuh membuat proses pengurangan genangan menjadi lebih sulit.

Warga yang tinggal di sekitar kanal turut diminta meningkatkan kewaspadaan dan memindahkan kendaraan ke lokasi yang lebih tinggi untuk menghindari kerusakan akibat banjir.

Gubernur Bangkok juga mengimbau pasien yang terbaring di tempat tidur serta menggunakan peralatan medis penunjang kehidupan untuk mempertimbangkan pemindahan sementara ke rumah sakit demi keselamatan.

Tailan sebelumnya pernah mengalami banjir besar pada 2011. Bencana tersebut menewaskan lebih dari 500 orang dan menyebabkan jutaan rumah mengalami kerusakan.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN