Meriahnya Pawai 3.000 Lampion dalam Acara Mooncake Night di Binjai

Sejumlah warga etnis Tionghoa memeriahkan pawai 3.000 lampion dalam rangka memeriahkan perayaan Mooncake Night di Kota Binjai. (foto: bayu/mistar)
Binjai, MISTAR.ID - Ribuan warga etnis Tionghoa di Binjai menggelar pawai mengelilingi pusat kota dengan membawa sebanyak 3.000 lampion dalam rangka memeriahkan Festival Kue Bulan Bulan (Zhongqiu Jie) atau populer disebut Mooncake Night, Jumat (25/9/2026) malam.
Kegiatan ini merupakan tradisi leluhur dari nenek moyang warga etnis Tionghoa yang masih terus dilestarikan hingga sekarang.
Sejak sore hingga malam, warga sudah ramai berkumpul di Vihara Setia Budha, Jalan Sudirman, Kelurahan Pekan Binjai, Kecamatan Binjai Kota untuk mendapatkan lampion gratis.
Antusias warga cukup tinggi mengikuti tradisi Zhongqiu Jie. Tak hanya Binjai, warga etnis Tionghoa dari Medan, Deli Serdang dan Langkat, juga berdatangan.

Sejumlah warga etnis Tionghoa memeriahkan pawai 3.000 lampion dalam rangka memeriahkan perayaan Mooncake Night di Kota Binjai. (foto: bayu/mistar)
Pawai 3.000 lampion dilepas secara resmi oleh Kapolres Binjai AKBP Bimo Moernanda dari Vihara Setia Buddha, kemudian berputar jembatan menuju jalan Sky Cross, lalu Jalan Irian hingga makam Pahlawan, lanjut sampai Jalan Sutomo dan kembali di Vihara Setia Buddha.
Untuk memeriahkan acara, setiap peserta juga berkesempatan meraih hadiah lucky draw dengan hadiah menarik seperti sepeda motor listrik, lemari es, mesin cuci, kipas angin, kompor gas dan barang kebutuhan elektronik lainnya.
Kegiatan ini turut dihadiri para unsur Forkopimda, lintas Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Tokoh Masyarakat.
Tokoh Masyarakat Etnis Tionghoa, Sugiarto, menjelaskan perayaan Mooncake Night yang digelar ini merupakan bagian dari upaya melestarikan budaya leluhur yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Dimana, dalam kalender Tionghoa setiap bulan 8 dan 15 adalah hari kebesaran sembahyang bulan.
"Kami generasi tetap akan menjaga dan meneruskan tradisi leluhur. Supaya juga anak-anak cucu kami bisa melanjutkan dan melestarikan budaya ini," ucapnya.

Sejumlah warga etnis Tionghoa memeriahkan pawai 3.000 lampion dalam rangka memeriahkan perayaan Mooncake Night di Kota Binjai. (foto: bayu/mistar)
Sementara itu, Min Wie selaku pihak panitia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang ikut membantu dan mendukung terselenggaranya acara pawai 3.000 lampion dalam memperingati Festival Mooncake Night di Kota Binjai dengan sukses.
"Kegiatan ini diikuti 3.000 peserta yang masing-masing akan menggelar pawai membawa lampion berkeliling kota. Semoga cahaya lampion pada malam ini menjadi simbol kedamaian, kebahagiaan harapan dan kerukunan antar sesama di Kota Binjai," ujarnya.
Sementara itu, Kadis Pariwisata Kota Binjai, Zulfan mengatakan kegiatan pawai lampion ini bukan hanya sekadar perayaan meriah yang penuh warna, melainkan juga harus menjadi momentum mempererat silaturahmi, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan semangat toleransi di tengah masyarakat.
"Kota Binjai adalah kota kita bersama, perbedaan suku, budaya, agama bukanlah sebagai penghalang, melainkan kekuatan yang membuat kota ini semakin harmonis. Jadikan lah cahaya lampion malam ini sebagai simbol harapan dan semangat untuk terus menjaga kerukunan umat beragama," ucapnya.
PREVIOUS ARTICLE
MTQ dan Tahfizh Al-Qur’an Haul Hj Ely Zarwati Resmi Ditutup








































