Sempat Sepi Akibat Erupsi Sinabung, Okupansi Hotel di Berastagi Kembali Normal

Wisatawan mancanegara tetap beraktivitas di area Pasar Buah Berastagi saat erupsi terjadi. (Foto: Abay/Mistar)
Karo, MISTAR.ID (17/9/2026) – Kunjungan wisatawan ke Berastagi sempat menurun sesaat pascaerupsi Gunung Sinabung di Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo.
Namun, sejak Kamis (17/9/2026), tingkat hunian hotel dan arus wisatawan ke Bumi Turang berangsur kembali normal.
HRD Hotel Rudang Berastagi, Sri Mahyardianti, mengatakan erupsi Sinabung yang terjadi pada Senin (31/8/2026) pagi sempat mengganggu okupansi hotel selama sekitar dua minggu.
"Tetapi saat ini sudah kembali normal. Hal itu terlihat dari hunian hotel kami, seperti ramainya kunjungan wisatawan dari Asia serta sebagian dari Eropa," katanya.
Menurutnya, wisatawan yang datang umumnya mencari udara sejuk pegunungan. Mereka didominasi wisatawan mancanegara dari negara tetangga seperti Malaysia yang datang melalui travel maupun online travel agent (OTA).
"Hal itu terlihat dari sudah terlaksananya beberapa event perusahaan dari luar kota di hotel kami," ujarnya.
Di sisi lain, destinasi wisata di kawasan puncak Desa Siosar, Kecamatan Merek, yang merupakan hunian tetap (huntap) korban erupsi Sinabung, dalam tiga tahun terakhir cenderung mati suri.
Kondisi itu disebabkan tingginya biaya yang dikeluhkan wisatawan, mulai dari tiket masuk, parkir kendaraan, spot foto, hingga harga makanan yang dianggap mahal. Hal itu membuat wisatawan enggan kembali.
Kepala Dinas Pariwisata Karo, Antomi Kemit Keliat, mengatakan pihaknya masih mengumpulkan data terkait penurunan jumlah wisatawan ke Berastagi dan tingkat hunian hotel pascaerupsi Gunung Sinabung. (hm02)
PREVIOUS ARTICLE
Masinton Jemput Bola ke Kemensos, Desak Pencairan Jadup dan Bantuan Isi Hunian Korban Banjir Tapteng






































