Saturday, August 22, 2026
home_banner_first
SUMUT

Viral Menu MBG di SMA Toba Diduga Berisi Belatung, Sekolah Lakukan Investigasi

Mistar.idSabtu, 22 Agustus 2026 pukul 19.59 WIB
viral_menu_mbg_di_sma_toba_diduga_berisi_belatung_sekolah_lakukan_investigasi

Daging yang diduga berisi belatung dalam menu MBG di SMA BTB Toba. (Foto: tangkapan layar media sosial/Mistar)

news_banner

Toba, MISTAR.ID (22/8/2026) – Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Bintang Timur Balige (BTB), Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, viral di media sosial setelah ditemukan daging yang diduga berisi belatung atau ulat.

Temuan tersebut mendapat beragam komentar dari warganet. Bahkan, tidak sedikit yang mengusulkan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan di Kabupaten Toba.

Melihat unggahan di media sosial, salah seorang warga Toba yang enggan dipublikasikan identitasnya mengatakan program tersebut seharusnya dihentikan. Ia menilai, sudah banyak siswa di Indonesia yang mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu MBG.

“Pada Oktober 2025 telah terjadi keracunan menu MBG di SMP Laguboti sebanyak lebih dari seratus siswa. Saat ini, menu berisi ulat. Apakah pemerintah atau Badan Gizi Nasional (BGN) tidak melakukan evaluasi terhadap setiap dapur? Nyawa anak kami jangan dijadikan mainan!” ujarnya.

Saat dikonfirmasi wartawan Mistar, salah seorang guru SMA BTB, Manahan Simanjuntak, membenarkan adanya temuan pada makanan MBG yang disalurkan ke sekolah pada Jumat (21/8/2026). Menurutnya, di dalam ompreng makanan terdapat sesuatu yang diduga belatung atau ulat.

“Sesuai informasi dari rekan guru, dan kebetulan saya tidak piket, kabarnya ada belatung atau ulat di menu daging pelajar. Temuan ini kabarnya telah ditindaklanjuti oleh pihak sekolah ke dapur penyedia. Untuk kepastiannya, Humas dan Kepala Sekolah yang lebih mengetahui,” ujar Manahan, Sabtu (22/8/2026).

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA BTB, Frather Nisen, juga membenarkan adanya temuan tersebut. Ia mengatakan, menu MBG dari SPPG (dapur) Toba Balige, Sangkar Nihuta, dilaporkan mengandung ulat atau belatung setelah sejumlah siswa menemukan kejanggalan pada daging yang disajikan.

“Kita selalu menganjurkan kepada setiap anak didik, sebelum dimakan, menu harus terlebih dahulu diperiksa. Apabila ada yang ganjil atau lainnya terdapat di dalam menu, segera dilaporkan. Ternyata kemarin berisi belatung dan kita langsung melaporkan ke dapur,” ucap Frather.

Menurut Kepala Sekolah, setelah kejadian tersebut, Humas bersama pihak Kecamatan Balige dan Dinas Kesehatan Kabupaten Toba melakukan investigasi ke dapur penyedia untuk mengetahui bagaimana peristiwa tersebut bisa terjadi.

Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi di sekolahnya maupun sekolah lainnya.

“Pihak Kecamatan dan Dinas Kesehatan memberikan sanksi kepada dapur tersebut. Jika melakukan hal tersebut atau peristiwa seperti ini terjadi lagi, maka dapur ditutup permanen. Kita berharap janganlah main-main terhadap generasi, apalagi sampai anak didik keracunan,” tutur Nisen.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN