Saturday, August 22, 2026
home_banner_first
SUMUT

Sampah Menumpuk di Permukiman Pardomuan I, Warga Minta DLH Samosir Segera Bertindak

Mistar.idSabtu, 22 Agustus 2026 pukul 15.37 WIB
sampah_menumpuk_di_permukiman_pardomuan_i_warga_minta_dlh_samosir_segera_bertindak_

Tumpukan sampah yang dikeluhkan MSN. (foto: pangihutan/mistar)

news_banner

Samosir, MISTAR.ID – Tumpukan sampah yang telah membusuk dan dipenuhi belatung dikeluhkan warga Desa Pardomuan I, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir. Kondisi tersebut menimbulkan bau tidak sedap dan membuat sampah kerap terbawa angin hingga ke halaman rumah warga.

Lokasi berada sekitar 50 meter dari ruas Jalan Pangururan-Nainggolan. Warga menyebut tidak tersedia tong sampah di sekitar lokasi, sehingga sampah terus menumpuk.

Salah seorang warga berinisial MSN, meminta Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) segera mengambil langkah untuk mengatasi persoalan tersebut, termasuk memastikan pengangkutan sampah dilakukan secara rutin.

“Saya sudah beberapa kali mengingatkan ke sesama warga, tetapi keluhan saya sepertinya belum ditindaklanjuti,” ujarnya, Sabtu (22/8/2026).

Menurutnya, masalah tersebut tidak hanya berkaitan dengan tumpukan sampah, tetapi juga berdampak terhadap kenyamanan warga serta kebersihan lingkungan. Sampah yang dibiarkan terlalu lama telah membusuk dan menimbulkan aroma tidak sedap.

“Kalau angin kencang, sampah beterbangan sampai masuk ke halaman dan sekitar rumah. Kami tentu khawatir, terutama menyangkut kebersihan dan kesehatan keluarga,” katanya.

Ia mengatakan, sebagian sampah diduga berasal dari rumah-rumah warga di sekitar lokasi. Namun, menurutnya persoalan tersebut tidak semestinya hanya diselesaikan dengan menyalahkan masyarakat.

Pemerintah daerah, lanjutnya, juga perlu memastikan sistem pengelolaan dan pengangkutan sampah berjalan secara rutin. Dengan demikian, masyarakat memiliki fasilitas serta kepastian pelayanan dalam membuang sampah rumah tangga.

“Jangan sampai masyarakat yang sudah membayar kewajiban pengelolaan sampah justru menerima dampak dari sampah yang menumpuk di lingkungan tempat tinggalnya,” ujarnya.

Selain meningkatkan pelayanan persampahan, ia berharap pemerintah memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan. “Saya berharap Dinas Lingkungan Hidup segera menindaklanjuti. Jangan menunggu sampai muncul persoalan kesehatan atau konflik antarwarga baru ditangani,” ucapnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Samosir, Edison Pasaribu, mengatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti keluhan warga terkait tumpukan sampah tersebut.

“Segera kami tindaklanjuti. Persoalan sampah memang harus ditangani serius, apalagi Kabupaten Samosir sebagai tujuan wisata. Tentu persoalan sampah menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Edison.

Ia mengatakan DLH Samosir terus melakukan pemantauan dan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Menurut Edison, persoalan persampahan tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Penanganannya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari masyarakat, dunia usaha, lembaga pendidikan hingga organisasi kemasyarakatan.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN