Thursday, August 20, 2026
home_banner_first
SUMUT

BPJS Ketenagakerjaan Dorong Penerima Manfaat PEKA Beralih dari Konsumtif ke Produktif

Mistar.idKamis, 20 Agustus 2026 pukul 11.50 WIB
bpjs_ketenagakerjaan_dorong_penerima_manfaat_peka_beralih_dari_konsumtif_ke_produktif

Rangkaian kegiatan Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA) digelar BPJS Ketenagakerjaan. (Foto: Perdana/MISTAR)

news_banner

Asahan, MISTAR.ID – BPJS Ketenagakerjaan mendorong penerima manfaat Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA) agar tidak hanya menggunakan manfaat jaminan sosial untuk kebutuhan konsumtif, tetapi mampu mengembangkannya menjadi modal usaha dan sumber penghasilan berkelanjutan.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kisaran, Ferina Burhan, mengatakan program tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan kehidupan peserta dan ahli waris setelah menerima manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan.

Menurut Ferina, kehilangan tulang punggung keluarga akibat kecelakaan kerja maupun penyakit tidak hanya menghadirkan duka, tetapi juga persoalan baru terkait keberlangsungan ekonomi keluarga. Karena itu, BPJS Ketenagakerjaan berupaya menghadirkan pendekatan yang lebih luas melalui pemberdayaan dan pendampingan.

“PEKA ini menjadi bentuk komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk mendampingi penerima manfaat agar tidak hanya menerima manfaat, tetapi juga mampu mengelolanya secara produktif,” ujar Ferina dalam keterangannya, Kamis (20/8/2026).

Ia menjelaskan, bantuan yang diterima keluarga peserta seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai pijakan untuk membangun sumber penghasilan baru. Tanpa pembekalan dan pendampingan, manfaat tersebut berpotensi hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek.

Sebelumnya, BPJS Ketenagakerjaan menggelar Soft Launching Nasional PEKA yang dipusatkan di Bandung. Kegiatan tersebut diresmikan Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli bersama Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat dan Wali Kota Bandung yang diwakili Sekretaris Daerah Iskandar Zulkarnain. Kegiatan itu juga diikuti secara serentak di seluruh Indonesia.

Mengusung semangat Value Beyond Protection, PEKA menjadi bentuk upaya BPJS Ketenagakerjaan agar perlindungan tidak berhenti setelah manfaat diterima. Program tersebut diarahkan agar manfaat yang diterima dapat menjadi pijakan bagi pekerja dan keluarganya untuk bangkit, kembali produktif, dan melanjutkan kehidupan secara mandiri.

Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli mengapresiasi inisiatif BPJS Ketenagakerjaan melalui PEKA. Menurutnya, program tersebut menunjukkan kehadiran BPJS Ketenagakerjaan tidak berhenti pada pemberian manfaat atau santunan, tetapi berlanjut melalui pendampingan agar manfaat yang diterima dapat dikelola secara produktif dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.

“Idenya luar biasa. Menurut saya, ini harus kita apresiasi. BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya sampai memberikan uang atau santunan, tapi juga mengawal bagaimana uang atau santunan itu bisa bermanfaat secara berlanjut, terus-menerus. Karena memang kemandirian ini menjadi kunci,” ujar Yassierli.

Sementara itu, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat mengatakan PEKA berangkat dari perhatian terhadap keberlanjutan manfaat yang diterima pekerja maupun ahli waris. BPJS Ketenagakerjaan ingin memastikan manfaat tersebut tidak hanya memberikan ketahanan dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi bekal untuk membangun kemandirian ekonomi.

“Kami melihat bagaimana manfaat yang diterima peserta ini bisa menjadi produktif. Kami khawatir kalau tidak dilakukan pendampingan dan pembekalan, manfaat yang diterima hanya menjadi konsumtif. Karena itu, melalui PEKA kami ingin mendorong shifting dari konsumtif menjadi produktif, dari menerima manfaat menjadi memiliki daya, dan pada akhirnya menjadi mandiri,” ujar Saiful.

Sebanyak 1.426 penerima manfaat mengikuti rangkaian kegiatan PEKA yang digelar serentak di 45 titik di seluruh Indonesia. Pemberdayaan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan peserta serta potensi ekonomi di masing-masing daerah.

Bentuk pemberdayaan tersebut antara lain peningkatan kompetensi, pelatihan kewirausahaan, digital marketing/content creator, kuliner/tata boga, kerajinan/handycraft, florist, barista, laundry, make up, menjahit, reseller, serta berbagai pelatihan usaha lainnya sesuai potensi daerah.

Dalam pelaksanaannya, BPJS Ketenagakerjaan mengedepankan kolaborasi dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, dunia usaha, perbankan, perguruan tinggi, lembaga pelatihan, komunitas, serta berbagai mitra strategis lainnya.

“Harapannya kegiatan ini benar-benar menjadi kegiatan bersama. Karena itu kami berkolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan, komunitas, dan ekosistem lainnya untuk bersama-sama memberdayakan ekonomi dan kemandirian para penerima manfaat. Bahkan, kita berharap nantinya mereka juga bisa membuka lapangan pekerjaan baru,” tutup Saiful.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN