Tuesday, October 6, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

SMeCK Hooligan Minta Polemik Internal Tak Ganggu Konsentrasi PSMS Medan

Mistar.idSelasa, 6 Oktober 2026 pukul 11.52 WIB
smeck_hooligan_minta_polemik_internal_tak_ganggu_konsentrasi_psms_medan

Ketua Umum SMeCK Hooligan Lawren Simorangkir. (foto: Handover/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Kelompok suporter SMeCK Hooligan meminta polemik antara 40 klub pendiri dan manajemen PSMS Medan terkait status kepemilikan tidak mengganggu konsentrasi tim yang saat ini tengah berjuang meraih target promosi ke Liga 1.

Ketua Umum SMeCK Hooligan, Lawren Simorangkir, menyayangkan munculnya persoalan tersebut di tengah tren positif yang sedang dijalani PSMS Medan. Ia khawatir polemik yang berlarut-larut dapat mengganggu fokus pemain.

"Gak usahlah buat-buat begini, jangan sampai konsentrasi pemain nanti buyar, jangan berlarut-larut," ujar Lawren, Selasa (6/10/2026).

Menurut Lawren, persoalan di luar lapangan seharusnya tidak mengganggu perjuangan para pemain di dalam lapangan. Ia meminta pihak-pihak yang mengaku mencintai PSMS Medan untuk lebih mengedepankan dukungan kepada tim.

"Kalau memang cinta PSMS Medan dukung saja, jangan dimunculkan permasalahan seperti ini," tuturnya.

Ia juga berharap manajemen dapat tetap fokus menjalankan target tim pada musim ini, yakni meraih gelar juara Liga 2 sekaligus memastikan promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

"Kita harap pemain maupun manajemen tidak memikirkan itu, kita fokus saja tujuan awal kita untuk bisa juara Liga 2 dan promosi ke Liga 1," katanya.

Sebelumnya, 40 klub pendiri PSMS Medan memohon kepada DPRD Sumatera Utara (Sumut) untuk menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama manajemen PSMS Medan. RDP tersebut dimaksudkan untuk membahas persoalan status kepemilikan klub.

Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut sebelumnya menjadwalkan RDP antara 40 klub pendiri PSMS Medan dan manajemen pada Selasa (6/10/2026).

Surat undangan RDP tersebut sempat beredar di media sosial. Namun, Ketua Komisi E DPRD Sumut, HM Subandi, mengatakan agenda tersebut dibatalkan karena pada hari yang sama terdapat 14 elemen buruh yang akan menyampaikan aspirasi ke DPRD Sumut.

Subandi mengatakan pembatalan RDP tersebut bukan yang pertama dilakukan. Menurutnya, DPRD Sumut hanya ingin memediasi kedua pihak untuk menyelesaikan persoalan yang ada.

Hingga kini, Subandi belum dapat memastikan jadwal RDP selanjutnya. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN