Waspada Campak, Dinkes Pematangsiantar Catat 24 Kasus Suspek

Ilustrasi campak. (Foto: detikNews/MISTAR)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (21/9/2026) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pematangsiantar mencatat 24 kasus suspek campak hingga September 2026. Untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut, Dinkes memperkuat deteksi dini dan pelacakan kontak erat terhadap pasien.
Kepala Dinkes Pematangsiantar Urat H. Simanjuntak melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Misran Pais, mengatakan penanganan kasus dilakukan sesuai prosedur dan pedoman yang berlaku.
“Penanganan kita lakukan sesuai pedoman resmi. Langkahnya mulai dari penemuan dan pelaporan dini, penyelidikan epidemiologi, pemantauan kondisi pasien, penanganan klinis, pemberian vitamin A, hingga pemantauan kontak erat untuk mengantisipasi munculnya kasus tambahan,” ujar Misran saat dikonfirmasi MISTAR.ID, Senin (21/9/2026).
Misran mengatakan, hingga September 2026, jajarannya terus melakukan pemantauan untuk mencegah potensi penularan campak meluas.
“Sepanjang tahun 2026, sudah tercatat sebanyak 24 kasus campak yang masuk dalam pemantauan kami,” ungkapnya.
Untuk memastikan tidak ada kasus yang terlewat, Dinkes mengandalkan sistem surveilans yang terhubung dengan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit.
“Setiap ada laporan kasus suspek yang memenuhi kriteria medis, tim langsung bergerak melakukan verifikasi. Kami menjalankan penyelidikan epidemiologi, pelacakan kontak erat, hingga pengambilan spesimen untuk dikirim ke laboratorium provinsi,” jelas Misran.
Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Pematangsiantar pada September ini juga menggelar vaksinasi Measles Rubella (MR). Imunisasi tersebut menyasar anak-anak di tingkat Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Madrasah Ibtidaiyah (MI) sederajat di seluruh wilayah Kota Pematangsiantar.
Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan cakupan imunisasi dan membentuk kekebalan kelompok (herd immunity), sekaligus mengurangi risiko penularan campak dan rubella, khususnya pada anak usia sekolah.
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER








































