Friday, November 6, 2026
home_banner_first
SUMUT

Sawah Terendam, Dinas Pertanian Sergai Minta BWS Segera Normalisasi Sungai

Mistar.idJumat, 6 November 2026 pukul 11.41 WIB
sawah_terendam_dinas_pertanian_sergai_minta_bws_segera_normalisasi_sungai

Areal persawahan milik warga Desa Cinta Air, Kecamatan Perbaungan, terendam banjir meski tanaman padi baru berusia sekitar satu minggu. (foto: Sembiring/Mistar)

Sergai, MISTAR.ID - Dinas Pertanian Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk mengusulkan normalisasi saluran air yang diduga menjadi penyebab terendamnya areal persawahan petani di Desa Cinta Air, Kecamatan Perbaungan.

Kepala Dinas Pertanian Sergai, Dedi Iskandar, mengatakan salah satu penyebab genangan air di persawahan tersebut diduga akibat sedimentasi pada saluran drainase yang membentang dari wilayah Pematang Sijonam hingga Desa Ara Payung.

Menurutnya, saluran air tersebut sepenuhnya berada di bawah kewenangan BWS. Karena itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi tersebut agar normalisasi segera dilakukan.

" Dinas Pertanian berkoordinasi dengan BWS agar dilakukan normalisasi. Usulan normalisasi sudah disampaikan oleh Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Setia yang meliputi Desa Cinta Air, Desa Pematang Kasih, dan Desa Ara Payung. Informasi dari BWS, saat ini sedang dilakukan survei lokasi untuk penanganan normalisasi tersebut," ungkap Dedi kepada MISTAR, Jumat (6/11/2026).

Sebelumnya, sejumlah areal persawahan milik warga Desa Cinta Air, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Sergai, terendam banjir pada Kamis (5/11/2026).

Kondisi tersebut dikeluhkan petani lantaran tanaman padi yang terendam baru berusia sekitar satu minggu setelah ditanam. Banjir diduga dipicu meluapnya air sungai di wilayah tersebut yang mengalami pendangkalan.

Warga menyebut sungai tersebut sudah cukup lama tidak dikeruk maupun dinormalisasi. Akibatnya, ketika hujan turun dan debit air meningkat, sungai tidak mampu menampung aliran air hingga meluap ke areal persawahan dan permukiman warga.

"Begitu ada hujan, air sungai meluap. Korbannya tentu sawah milik warga yang berada di dekat sungai. Bukan hanya sawah, rumah warga di sekitarnya juga ikut terendam, meski ketinggian air hanya sebatas mata kaki orang dewasa," ujar Masudi, warga setempat.

Petani berharap normalisasi sungai segera direalisasikan agar banjir serupa tidak kembali terjadi dan aktivitas pertanian mereka tidak terus terganggu. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN