Keluarga Siswi Korban Keracunan MBG di Berastagi Harap Pendampingan Pemerintah Diperkuat

Kedua kakak siswi SMA Negeri 1 Berastagi menunggu di depan Ruang PICU RSU Haji Medan. (Foto: Berry/Mistar)
Medan, MISTAR.ID (17/9/2026) - Winda Apriyati Br Sihite, 22 tahun, kakak dari siswi SMA Negeri 1 Berastagi berinisial KDS, berharap pendampingan intensif dari pemerintah selama proses pengobatan adiknya akibat dugaan keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) asal Berastagi, Kabupaten Karo, pada 13 Agustus 2026 lalu. Hingga kini, KDS telah menjalani perawatan selama lebih dari satu bulan.
"Kalau masa pemulihan di rumah, proses yang didampingi itu cuma waktu kami kontrol ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik dan itu diantar-jemput," ujarnya kepada Mistar, Kamis (17/9/2026).
Dijelaskan Winda, pendampingan dari pemerintah, khususnya Badan Gizi Nasional, dilakukan ketika adiknya pertama kali masuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan pada 14 Agustus 2026.
Menurutnya, pendampingan tersebut dilakukan beberapa hari setelah adiknya menjalani perawatan di Ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RSU Haji Medan.
"Pendampingan yang dilakukan itu setelah beberapa hari adik kami masuk RSU Haji, tapi setelah itu tidak ada lagi pendampingan yang dilakukan, bahkan sampai dengan kemarin," ucapnya.
Dirinya menegaskan, pendampingan tersebut sangat diperlukan pihak keluarga, khususnya dalam memahami penyampaian informasi medis dan hal lainnya agar dapat dimengerti menggunakan bahasa yang lebih sederhana.
Sebelumnya, KDS kembali dirujuk ke RSU Haji Medan dan masuk Ruang PICU pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Ia sebelumnya sempat menjalani perawatan di RSU Efarina Etaham Berastagi setelah kembali mengalami sakit pada bagian perut.







































