Thursday, September 17, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Tekan Risiko Kanker Payudara, Dua Kebiasaan Ini Perlu Diwaspadai Perempuan

Mistar.idKamis, 17 September 2026 pukul 18.14 WIB
tekan_risiko_kanker_payudara_dua_kebiasaan_ini_perlu_diwaspadai_perempuan

Ilustrasi: Konsumsi alkohol dan peningkatan lemak tubuh menjadi dua faktor gaya hidup yang perlu mendapat perhatian khusus perempuan. (foto: Artificial Intelligence/Mistar)

news_banner

London, MISTAR.ID - Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa konsumsi alkohol dan peningkatan lemak tubuh menjadi dua faktor gaya hidup yang perlu mendapat perhatian khusus perempuan pada usia 30 hingga 50-an untuk membantu menekan risiko kanker payudara.

Temuan tersebut berasal dari penelitian ilmuwan Imperial College London dan Institute of Cancer Research di London terhadap lebih dari 110.000 perempuan yang mengikuti Breast Cancer Now Generations Study.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports itu menelusuri perubahan sejumlah faktor risiko kanker payudara sepanjang kehidupan, termasuk konsumsi alkohol, kebiasaan merokok, aktivitas fisik dan berat badan.

Dilansir The Sun, profesor epidemiologi dan pencegahan kanker Imperial College London, Marc Gunter, mengatakan periode awal hingga pertengahan masa dewasa dapat menjadi waktu penting untuk mengendalikan kenaikan indeks massa tubuh atau BMI serta konsumsi alkohol.

“Awal hingga pertengahan masa dewasa, sekitar usia 30 hingga 50-an, dapat menjadi periode penting untuk mengatasi peningkatan BMI dan kembali meningkatnya konsumsi alkohol,” katanya.

Menurut Gunter, mengetahui kapan perubahan perilaku tersebut paling sering terjadi dapat membantu penyusunan strategi kesehatan masyarakat yang lebih tepat dalam mengurangi risiko kanker payudara.

Penelitian juga menemukan masa remaja hingga awal dewasa merupakan periode penting untuk meningkatkan aktivitas fisik sekaligus mencegah kenaikan berat badan secara cepat.

Data menunjukkan konsumsi alkohol, kebiasaan merokok dan tingkat aktivitas fisik cenderung mencapai puncaknya pada akhir masa remaja. Sementara jumlah lemak tubuh terus meningkat sepanjang masa dewasa dan mencapai tingkat tertinggi ketika seseorang memasuki akhir usia 60-an.

Peneliti juga menemukan generasi perempuan yang lahir lebih belakangan cenderung memiliki BMI lebih tinggi sepanjang hidup dibandingkan generasi sebelumnya. Puncak konsumsi alkohol dan kebiasaan merokok juga terjadi pada usia yang lebih muda.

Chief Scientific Officer Breast Cancer Now, Simon Vincent, mengatakan perubahan gaya hidup memiliki peran penting dalam pencegahan kanker payudara.

Menurutnya, sedikitnya 23 persen kasus kanker payudara diperkirakan dapat dicegah melalui pola hidup sehat, seperti rutin beraktivitas fisik, menjaga berat badan sehat dan mengurangi konsumsi alkohol.

“Studi ini memberi kita pemahaman berharga mengenai kapan perilaku-perilaku tersebut paling mungkin berubah,” ujarnya.

Ia menambahkan, mengenali tahapan kehidupan yang menjadi titik perubahan kebiasaan dapat membantu perempuan melakukan perubahan gaya hidup yang bertahan dalam jangka panjang.

Kanker payudara termasuk salah satu kanker yang paling banyak menyerang perempuan. Gejalanya dapat berupa benjolan atau pembengkakan pada payudara, dada maupun ketiak, perubahan kulit seperti kemerahan atau cekungan, hingga perubahan bentuk dan ukuran payudara.

Perempuan dianjurkan mengenali kondisi normal payudaranya dan melakukan pemeriksaan jika menemukan perubahan yang tidak biasa.

Di Inggris, Cancer Research UK mencatat sekitar 59.400 kasus baru kanker payudara setiap tahun atau sekitar 160 kasus per hari. Sekitar 11.200 orang meninggal akibat penyakit tersebut setiap tahunnya. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN