Dokter RSUP Adam Malik Ingatkan Masyarakat Jangan Remehkan Paparan Abu Vulkanik

dr Muhammad Harbi Praditya, M.Ked(Paru), Sp.P saat ditemui wartawan (foto:berry/mistar)
Medan, MISTAR.ID (19/9/2026) - Dokter Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H. Adam Malik Medan, dr. Muhammad Harbi Praditya, M.Ked(Paru), Sp.P, menegaskan masyarakat yang masih terdampak abu vulkanik di Indonesia jangan menganggap remeh paparan tersebut.
Harbi mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu menunggu sampai mengalami sesak napas untuk kemudian melakukan perlindungan diri di tengah paparan abu vulkanik.
“Pencegahan jauh lebih baik dilakukan, terutama dengan mengurangi paparan abu dan menggunakan respirator yang sesuai ketika harus berada di luar,” ujarnya kepada Mistar, Sabtu (19/9/2026).
Lebih lanjut, Harbi mengatakan perlu dipahami bersama oleh masyarakat bahwa abu vulkanik yang sudah jatuh ke tanah dapat kembali beterbangan ketika tertiup angin, disapu, atau dilalui kendaraan.
Dokter Spesialis Paru itu menyebutkan risiko paparan abu tidak hanya terjadi saat erupsi gunung berlangsung, tetapi dapat berlanjut selama masih terdapat endapan abu yang kering.
“Saya juga menganjurkan kepada anak-anak maupun lansia, khususnya masyarakat dengan penyakit asma, PPOK, dan penyakit jantung, untuk lebih disiplin menghindari paparan abu,” katanya.
Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara itu mengingatkan agar masyarakat segera mencari pertolongan medis jika muncul sesak napas setelah terpapar abu, jangan mengandalkan pengobatan mandiri.
“Pesan ke masyarakat, jaga paru-paru dengan mengurangi paparan abu, karena paru-paru tidak mempunyai mekanisme untuk memilih mana debu yang berbahaya dan mana yang tidak.”
Asisten Manajer Perencanaan dan Pelaksanaan Pelayanan Medik RSUP H. Adam Malik Medan itu menegaskan semakin sedikit abu vulkanik yang dihirup, semakin kecil risikonya. (hm27)







































