Perusahaan di Parmaksian Tutup, Pedagang Pasar Porsea Keluhkan Penjualan Menurun

Barang dagangan pedagang sembako di pasar tradisional Porsea. (foto:nimrot/mistar)
Toba, MISTAR.ID (19/9/2026) - Ditutupnya operasional salah satu perusahaan besar di Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba, berimbas terhadap pedagang yang ada di Pasar Tradisional Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba.
Sejumlah pedagang jajanan di Kecamatan Porsea mengaku penjualan mereka mengalami penurunan drastis sejak tidak beroperasinya perusahaan yang ada di Kecamatan Parmaksian, yang biasanya puluhan hingga ratusan orang setiap sore selalu membeli jajanan.
Pedagang jajanan Reza mengatakan, pekerja perusahaan yang saat ini telah tutup, saat masih beroperasi cukup terasa menambah larisnya penjualan jajanan yang saya dagangkan.
“Setiap harinya, menjelang sore sekitar puluhan orang pekerja akan turun ke Porsea dan sudah menjadi langganan, tetapi saat ini jumlah pelanggan saya berkurang puluhan orang,” ujar Reza, Sabtu (19/9/2026).
Senada, pedagang sembako di Porsea, Tedy Napitupulu, juga mengaku omzet penjualannya menurun drastis akibat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari perusahaan yang telah ditutup, terlebih saat hari onan (pekan) setiap Rabu.
“Dalam sepekan, saat onan Rabu di Kecamatan Porsea, biasanya karyawan akan belanja ke pasar tradisional Porsea bisa mencapai kurang lebih 500 orang untuk membeli kebutuhan dapur dalam sepekan, seperti beras, ikan, daging, cabai, dan lainnya.
“Bisa dibayangkan perputaran ekonomi di Pasar Porsea setiap pekannya. Apabila setiap orang belanja sedikitnya Rp100.000 dari 500 orang, maka uang yang berputar untuk pedagang di Pasar Porsea sudah Rp50.000.000 setiap pekannya,” ucap Tedy.
Pedagang di Pasar Kecamatan Porsea berharap ada perusahaan yang kembali beroperasi di Kabupaten Toba dan mempekerjakan banyak karyawan sehingga perputaran ekonomi kembali pulih seperti semula, terlebih di Pasar Tradisional Kecamatan Porsea. (hm27)







































