Sunday, August 23, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Kanada Lawan Trump, Carney Siap Balas Tarif AS Dollar-for-Dollar

Mistar.idMinggu, 23 Agustus 2026 pukul 17.50 WIB
kanada_lawan_trump_carney_siap_balas_tarif_as_dollarfordollar_

Perdana Menteri Kanada Mark Carney berbicara mengenai respons negaranya terhadap tarif baru Amerika Serikat dalam konferensi pers di Parliament Hill, Ottawa, Sabtu (22/8/2026). (foto: Patrick Doyle/The Canadian Press via AP)

news_banner

Ottawa, MISTAR.ID - Pemerintah Kanada akhirnya melawan tekanan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump setelah negosiasi dagang kedua negara di Washington gagal mencapai kesepakatan. Perdana Menteri Mark Carney bahkan menyiapkan langkah balasan dengan nilai setara atau dollar-for-dollar terhadap produk AS.

Dilansir BBC, Minggu (23/8/2026), Carney menyebut kebijakan baru Washington sebagai sebuah "salah perhitungan" yang dirancang untuk "menyakiti dan memecah" Kanada. Ottawa memilih menghentikan pembicaraan karena tuntutan yang diajukan dinilai sudah terlalu jauh.

"Mereka meminta terlalu banyak dan menawarkan terlalu sedikit," kata Carney dalam pidatonya kepada warga Kanada, Sabtu (22/8/2026).

Dalam pidato tersebut, Carney berulang kali membingkai perselisihan dagang dengan AS sebagai persoalan bersama yang dihadapi seluruh rakyat Kanada. Ia menegaskan negaranya tidak akan menerima kesepakatan dengan mengorbankan kepentingan nasional.

"Kita tidak dapat menerima apa yang mereka tawarkan, dan kita tidak akan memberikan apa yang mereka minta," ujarnya.

Negosiasi intensif di Washington sebelumnya sempat memunculkan optimisme. Namun, pembicaraan kandas pada Jumat (21/8/2026) malam setelah kedua pihak saling menuding melakukan perubahan pada menit-menit terakhir. Tim negosiator Kanada kemudian diperintahkan kembali ke Ottawa.

Menurut Carney, persyaratan terakhir yang diajukan Washington "tidak adil, tidak ekonomis, dan mempertanyakan keandalan kesepakatan apa pun".

Beberapa tuntutan disebut menyangkut sektor otomotif hingga pembatasan terhadap kemampuan Ottawa menjalin kesepakatan perdagangan dengan negara lain.

Carney bahkan melontarkan sindiran tajam terhadap pemerintahan Trump.

"Kita menyadari terkadang tanda tangannya ditulis dengan pensil," katanya, merujuk pada ketidakpastian apakah kesepakatan dengan Washington dapat bertahan.

Setelah negosiasi gagal, AS memberlakukan tarif 50 persen terhadap sekitar US$20 miliar atau C$28 miliar barang asal Kanada. Produk yang terdampak antara lain anggur, produk susu, semen, pakaian, dan perlengkapan hoki.

Kebijakan tersebut menambah beban yang sebelumnya telah dikenakan terhadap baja, aluminium, kendaraan, dan kayu asal Kanada.

Ottawa akan membalas mulai 8 September 2026. Langkah itu diterapkan secara dollar-for-dollar dengan menyasar antara lain baja, produk susu, peralatan rumah tangga, dan elektronik.

Carney mengakui kebijakan tersebut berpotensi meningkatkan biaya bagi masyarakat. Namun, pemerintah menilai langkah itu diperlukan untuk mempertahankan kepentingan ekonomi dan kedaulatan negara.

Ketika ditanya apakah perselisihan tersebut sudah berubah menjadi perang dagang, Carney menjawab tegas.

“Kalau kita diserang, berarti kita sedang berperang. Dan saat ini, Kanada sedang diserang,” katanya. Ia menambahkan konflik tersebut bukan pilihan Kanada.

"Kanada kuat, Kanada siap, Kanada bersatu."

Ujian Besar Carney

Dalam laporan terpisah, BBC menilai keputusan meninggalkan meja negosiasi menjadi perjudian politik besar bagi Carney. Kanada dan AS selama puluhan tahun menikmati perdagangan bebas dengan hubungan ekonomi yang sangat terintegrasi.

Sekitar 70 persen ekspor Kanada dikirim ke AS. Sebaliknya, Kanada juga menjadi mitra dagang utama sejumlah negara bagian Amerika, termasuk Michigan, Kentucky, Indiana, dan Ohio. Karena itu, eskalasi diperkirakan menekan perekonomian di kedua sisi perbatasan.

Carney kini harus meyakinkan publik bahwa kerugian ekonomi dalam jangka pendek layak ditanggung demi memperoleh kesepakatan yang lebih menguntungkan.

Sejauh ini, sikap keras Ottawa mendapat dukungan cukup luas. Survei Abacus Data yang dikutip BBC menunjukkan 36 persen warga Kanada mendukung pembalasan terhadap tarif AS. Sementara survei Leger menemukan 56 persen responden menginginkan pemerintah bersikap tegas dan tidak lagi memberikan konsesi kepada Washington.

Pemimpin oposisi Konservatif Pierre Poilievre turut mendukung keputusan tersebut.

"Kanada tidak dapat menerima tarif sepihak yang akan mendeindustrialisasi negara kita," katanya, seperti dilansir BBC.

Dukungan juga datang dari Perdana Menteri Ontario Doug Ford. Ia menilai kesepakatan yang dicapai di bawah tekanan hanya akan mendorong Washington terus meminta konsesi.

Setelah negosiasi kandas, Ford menegaskan dukungannya terhadap pembalasan dengan prinsip tarif dibalas tarif dan dollar-for-dollar.

"Kita tidak memulai pertarungan ini, tetapi saya dapat memastikan kepada Anda, kita akan memenangkan pertarungan ini," katanya.

Di kubu AS, Perwakilan Dagang Jamieson Greer memberikan versi berbeda. Ia menuding Ottawa mengajukan tuntutan baru dan mundur dari sejumlah komitmen yang sebelumnya telah disepakati.

Greer menyebut Washington sebenarnya bersedia memangkas sejumlah bea masuk. Namun, setelah pembicaraan berakhir tanpa kesepakatan, ia menyatakan belum ada rencana melanjutkan negosiasi dalam waktu dekat.

Kebuntuan tersebut juga menambah ketidakpastian terhadap masa depan perjanjian perdagangan AS-Meksiko-Kanada (USMCA). Kesepakatan itu menopang perdagangan trilateral sekitar US$1,6 triliun per tahun.

Carney mengakui perkembangan terbaru tersebut bukan pertanda baik bagi USMCA.

"Itu tentu bukan kabar baik," katanya. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN