Wednesday, August 5, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Keluarga Pertanyakan Kematian Istri Polisi, Soroti Kejanggalan dan Hasil Autopsi yang Belum Diberikan

Mistar.idRabu, 5 Agustus 2026 pukul 15.32 WIB
keluarga_pertanyakan_kematian_istri_polisi_soroti_kejanggalan_dan_hasil_autopsi_yang_belum_diberikan

Jenazah korban disemayamkan. (foto: putra/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID – Kematian istri polisi, Winda Lauren Gowasa, yang dikaitkan dengan dugaan bunuh diri menggunakan pistol suaminya dipertanyakan pihak keluarga karena dinilai terdapat sejumlah kejanggalan.

Kecurigaan keluarga muncul karena hasil autopsi terhadap jasad perempuan berusia 31 tahun itu hingga kini belum diketahui. Pihak keluarga mengaku belum mendapat jawaban konkret dari pihak mana pun.

Adik kandung korban, Ica, mengaku mendapat informasi mengenai kematian kakaknya pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 14.58 WIB. Saat itu ia dihubungi IH bersama orang tua IH melalui sambungan telepon bertiga. IH memberitahu bahwa Winda telah meninggal dunia akibat menggunakan senjata api.

"Saya ditelepon Bang Iman dan bapaknya langsung, sambung tiga. Dia bilang, 'Dek, kamu tenang. Kamu berpikir jernih, kita selamatkan anak-anak dua-dua. Kakakmu sudah tidak ada lagi. Sudah diambilnya pistol dan itulah yang terjadi. Dia meninggalkan kita selamanya,'" ucap Ica menirukan perkataan IH, Rabu (5/8/2026).

Mendapat informasi itu, Ica bergegas ke Medan keesokan harinya. Setelah mendapat izin melihat jenazah kakaknya, ia mengaku menemukan sejumlah bekas luka yang dinilai janggal.

"Saya lihat jasad kakak saya matanya sudah membiru. Terus ada satu luka jahitan di sekitar bawah dagu. Kami tanyakan bekas apa itu, karena sepertinya bukan bagian dari autopsi. Jawaban polisinya, kemarin ada yang disuntikkan," ungkapnya.

"Kalau suntik, kenapa lukanya besar dan harus dijahit? Suntikan apa? Obat apa yang dimasukkan? Itu kami tidak dapat jawaban," sambungnya.

Selain itu, Ica juga mempertanyakan bekas luka tembak di kepala kakaknya. Menurutnya, jika Winda benar-benar meninggal akibat luka tembak, mengapa peluru tidak menembus kepala.

"Kalau kita lihat bekas penembakan, kenapa tidak tembus? Terus kalau mengambil peluru, kan harus dibuka tengkorak kepalanya. Yang kami lihat tengkoraknya tidak dibongkar, hanya bagian leher sampai badan yang dipotong," bebernya.

Tak sampai di situ, kejanggalan lain yang ditemukan keluarga adalah beberapa bagian tubuh korban yang membiru, mulai dari perut, paha, kedua kaki, jari-jari tangan, hingga adanya luka gores di dekat lutut.

"Terus saya lihat di bagian perutnya biru. Kami belum sempat tanya soal itu. Langsung diberi tahu dua orang di kamar jenazah. Katanya membiru karena mulai membusuk," lanjutnya.

Menurut perempuan berusia 29 tahun itu, hal yang paling janggal adalah luka bekas tembakan di kepala korban. Ia meyakini peluru seharusnya menembus kepala. Selain itu, ia juga mempertanyakan bagaimana kakaknya yang tidak terbiasa menggunakan senjata api dapat mengoperasikannya.

"Kalau bekas tembakan, dia kan tembus. Terus gimana senjata itu di tangan dia? Terus itu senjata apa? Bagaimana dia belajar memakai senjata itu? Kan dia awam, tidak tahu cara memakainya. Kami tidak menduga-duga. Kami hanya menanyakan ini kenapa," tegasnya.

Hingga kini, lanjut Ica, pihak keluarga belum menerima hasil autopsi jenazah ibu dua anak tersebut. Bahkan, proyektil peluru yang disebut menembus kepala Winda juga belum pernah diperlihatkan kepada keluarga.

"Kami tidak dikasih tunjuk proyektil peluru. Setiap kami mau foto tidak dikasih. Setiap mereka berbicara juga kami tidak boleh foto, tidak boleh merekam, baik selama kami di Rumah Sakit Bhayangkara maupun di rumahnya (TKP)," ujarnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN