Thursday, September 17, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Kadin Sumut Targetkan Investasi 2026 Tembus Rp68,5 Triliun

Mistar.idKamis, 17 September 2026 pukul 16.25 WIB
kadin_sumut_targetkan_investasi_2026_tembus_rp685_triliun_

Ketua Umum Kadin Sumut, Firsal Ferial Mutyara. (Foto: amita/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID (16/9/2026) - Realisasi investasi Sumatera Utara diharapkan meningkat pada 2026. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara (Sumut) berharap nilai investasi hingga akhir tahun ini mencapai sekitar Rp68,5 triliun, melampaui realisasi 2025 sebesar Rp58,5 triliun.

Proyeksi tersebut disampaikan Ketua Umum Kadin Sumut, Firsal Ferial Mutyara. Menurutnya, saat ini pertumbuhan ekonomi daerah bergerak positif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut mencatat ekonomi Sumut pada triwulan I 2026 tumbuh 4,98 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Ia mengungkapkan, salah satu yang mendorong aktivitas ekonomi di Sumut adalah aliran dana rehabilitasi pascabencana di daerah terdampak bencana. Kondisi ini dinilai turut mendukung kepercayaan investor untuk menanamkan modal di Sumut.

"Pada 2025, investasi kita terealisasi Rp58,5 triliun. Akhir 2026 ini kita harap dapat tembus mendekati Rp68,5 triliun atau mungkin bisa lebih tinggi lagi. Kenaikan terjadi bertahap, tentu untuk mendukung target investasi Sumut di Rp100 triliun," katanya kepada Mistar, Kamis (16/9/2026).

Saat ini, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada triwulan I 2026 masih mendominasi investasi di Sumut dengan nilai Rp7,11 triliun. Menurutnya, PMDN masih didominasi investasi pada sektor industri hilir, seperti kelapa sawit, karet, kopi, dan kakao.

Sementara itu, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) pada triwulan I 2026 mencapai 320,684 juta dolar AS atau sekitar Rp5,29 triliun.

Ia menjelaskan, kehadiran PMA memberikan nilai tambah bagi investasi di Sumut. Investor asing umumnya masuk pada industri hilir tingkat lanjut, seperti oleochemical dan kilang pengolahan (refinery).

Berdasarkan informasi yang disampaikan Firsal, sejumlah kawasan di Pantai Timur dan Pantai Barat Sumut menjadi wilayah yang berkembang dari sisi investasi.

"KEK Sei Mangkei itu salah satunya. Tapi yang tertinggi adalah Pantai Barat seperti Labuhanbatu, Mandailing Natal, dan sekitarnya. Di sana, investasi tumbuh pesat karena sektor pertambangan (mining). Sedangkan kawasan Pantai Timur seperti KEK Sei Mangkei dan KIM didominasi industri hilirisasi seperti perkebunan dan olahan industri kelapa sawit," ucapnya.

Terkait kekhawatiran pelaku usaha terhadap kepastian perizinan operasional pascabencana, Firsal menilai hambatan tersebut berkurang seiring meningkatnya kepercayaan investor untuk menambah modal.

Menurutnya, kepastian hukum dan iklim usaha yang kondusif merupakan kunci utama. Kadin Sumut bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkomitmen mempermudah para investor.

"Sepanjang ada kepastian hukum dan regulasi yang jelas, investor pasti masuk. Kadin bersama Pemprov Sumut saat ini menggelar 'karpet merah' dan siap memfasilitasi serta mempermudah seluruh proses perizinan agar dapat memajukan perekonomian masyarakat Sumut," ujarnya.




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN