Thursday, September 17, 2026
home_banner_first
EKONOMI

The Fed Naikkan Suku Bunga! Harga Emas Mendadak Tertekan, Ada Apa?

Mistar.idKamis, 17 September 2026 pukul 15.40 WIB
the_fed_naikkan_suku_bunga_harga_emas_mendadak_tertekan_ada_apa

The Fed Naikkan Suku Bunga! Harga Emas Mendadak Tertekan, Ada Apa? (foto ilustrasi:gemini/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (17/9/2026) — Suku bunga The Fed kembali naik. Federal Reserve (The Fed) pada Rabu, 16 September 2026, menaikkan suku bunga acuan Amerika Serikat sebesar 25 basis poin (bps) ke kisaran 3,75%-4,00%.

Kenaikan ini menjadi yang pertama dilakukan bank sentral AS sejak 2023. Keputusan tersebut diambil secara bulat oleh Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dengan suara 12-0.

The Fed menyatakan inflasi masih berada pada level tinggi, meski aktivitas ekonomi AS disebut tetap berkembang dengan solid. Bank sentral AS menegaskan kebijakan terbaru ditujukan untuk mendorong inflasi kembali menuju target 2%.

Kenaikan suku bunga The Fed tersebut langsung menjadi perhatian pasar keuangan global, termasuk pasar emas.

Harga Emas Berbalik Turun

Harga emas mengalami tekanan setelah keputusan The Fed diumumkan. Reuters melaporkan harga emas spot sempat melonjak lebih dari 1% ke level US$4.365,57 per troy ounce, tetapi kemudian berbalik turun lebih dari 1%.

Pada pukul 15.10 waktu New York, harga emas spot tercatat turun 1,2% menjadi US$4.240,10 per troy ounce.

Pergerakan tersebut menunjukkan bagaimana perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter AS dapat dengan cepat memengaruhi logam mulia.

Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah penguatan dolar AS setelah keputusan The Fed. Dolar yang lebih kuat membuat emas menjadi relatif lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang selain dolar.

Mengapa Suku Bunga The Fed Menekan Emas?

Emas tidak memberikan bunga atau imbal hasil seperti deposito, obligasi, maupun instrumen pasar uang.

Ketika suku bunga The Fed naik, aset-aset berbunga dapat menjadi lebih menarik karena menawarkan tingkat imbal hasil yang lebih tinggi. Kondisi ini dapat meningkatkan biaya peluang bagi investor yang memegang emas.

Dengan kata lain, ketika tingkat suku bunga meningkat, investor dapat mempertimbangkan kembali alokasi dananya antara emas dan aset yang memberikan yield.

Tekanan terhadap emas juga dapat semakin kuat apabila kenaikan suku bunga The Fed mendorong penguatan dolar AS.

The Fed Masih Buka Peluang Kenaikan Berikutnya

Perhatian pasar kini tidak hanya tertuju pada kenaikan 25 bps, tetapi juga pada arah kebijakan The Fed selanjutnya.

Proyeksi terbaru bank sentral AS menunjukkan 16 dari 18 pejabat memperkirakan setidaknya masih ada satu kenaikan suku bunga sebesar 25 bps hingga akhir 2026. Proyeksi tersebut mengarah pada suku bunga The Fed di kisaran 4,00%-4,25% pada akhir tahun.

Sinyal tersebut membuat pasar menghadapi kemungkinan bahwa siklus pengetatan moneter AS belum sepenuhnya berakhir.

Bagi pasar emas, kondisi ini menjadi penting karena semakin tinggi ekspektasi suku bunga, semakin besar pula tekanan terhadap aset yang tidak menghasilkan imbal hasil.

Inflasi Masih Jadi Perhatian Utama

Keputusan menaikkan suku bunga The Fed tidak terlepas dari kekhawatiran terhadap inflasi.

Dalam pernyataannya, The Fed menyebut inflasi masih tinggi dan kebijakan terbaru diperlukan untuk mendukung kembalinya inflasi ke target 2%.

Ketua The Fed Kevin Warsh juga menekankan bahwa data inflasi selama musim panas belum menunjukkan perbaikan berarti pada tren dasarnya. Reuters melaporkan sejumlah faktor, termasuk tarif impor, tekanan energi, dan tingginya belanja modal terkait industri kecerdasan buatan, ikut menjadi perhatian dalam perkembangan inflasi AS.

Situasi tersebut membuat arah harga emas ke depan akan sangat bergantung pada kombinasi antara inflasi, kebijakan suku bunga The Fed, pergerakan dolar AS, serta permintaan investor terhadap aset lindung nilai.

Apa Artinya bagi Harga Emas?

Kenaikan suku bunga The Fed menciptakan tekanan baru bagi emas dalam jangka pendek, terutama melalui dua jalur: meningkatnya daya tarik aset berbunga dan menguatnya dolar AS.

Namun, emas tetap memiliki fungsi sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian. Karena itu, arah harga emas tidak hanya ditentukan oleh suku bunga, tetapi juga oleh bagaimana investor menilai risiko ekonomi dan geopolitik global.

Pasar kini akan mencermati apakah kenaikan suku bunga The Fed pada September menjadi awal dari rangkaian pengetatan baru atau hanya langkah terbatas untuk merespons inflasi yang masih tinggi.

Untuk sementara, keputusan The Fed telah memberikan sinyal yang jelas: perjuangan melawan inflasi belum selesai, dan tekanan terhadap harga emas kembali menjadi perhatian pasar.

(fidelityinvestment/reuters/kitco/*/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN