Friday, November 6, 2026
home_banner_first
WISATA

Danau Laut Tador, Destinasi Wisata Eksotis di Batu Bara yang Terabaikan

Mistar.idJumat, 6 November 2026 pukul 14.03 WIB
danau_laut_tador_destinasi_wisata_eksotis_di_batu_bara_yang_terabaikan

Danau Laut Tador. (foto: Diskominfo Batu Bara/Mistar)

Batu Bara, MISTAR.ID - Kabupaten Batu Bara yang merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Asahan memiliki beragam potensi wisata eksotis dengan daya tarik khas. Namun, sejumlah destinasi tersebut belum banyak dikenal, termasuk Danau Laut Tador yang berada di Kecamatan Laut Tador.

Namun, potensi wisata alam tersebut hingga kini dinilai belum mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batu Bara.

Ali Usman M Nas, putra Batu Bara kelahiran Tanjung Tiram, melalui unggahan di akun Facebook @Ali Usman MNas, menyayangkan potensi Danau Laut Tador yang nyaris tidak pernah dipromosikan pemerintah daerah.

"Sayang sekali, potensi Danau Laut Tador yang menyimpan segudang keindahan alami ini tidak pernah dipromosikan Pemkab Batu Bara," ujarnya, Jumat (6/11/2026).

Wakil Ketua DPC Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Kabupaten Batu Bara itu mengatakan, Danau Laut Tador bukan sekadar danau biasa.

Dengan luas sekitar 8 hektare, danau ini memiliki sebuah pulau kecil di bagian tengah. Di tepinya juga terdapat tumbuhan langka yang konon telah berusia ratusan tahun.

"Ini bukan danau biasa. Ini kawasan konservasi. Ini laboratorium alam," tegasnya.

Selain keindahan alam, Ali Usman menyebut Danau Laut Tador juga memiliki legenda Putri Tador.

Dalam unggahannya, ia mengungkapkan bahwa menurut cerita masyarakat setempat, kawasan danau tersebut dahulu merupakan sebuah kampung yang tenggelam. Setelah peristiwa itu, konon muncul seorang putri bernama Putri Tador yang dipercaya menjaga danau tersebut.

Menurut Ali Usman, kejernihan air dan keunikan alam Danau Laut Tador menyimpan potensi besar untuk dikembangkan. Pengelolaannya diyakini tidak hanya memberikan manfaat bagi Pemkab Batu Bara, tetapi juga meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

Ia mengusulkan agar pemerintah daerah mulai melirik danau tersebut dengan membangun sarana dan prasarana pendukung menggunakan konsep ekowisata.

"Danau ini tidak boleh dibangun sembarangan. Harus dengan konsep ekowisata. Justru ekowisata inilah yang sekarang dicari wisatawan kota. Mereka sudah bosan dengan wisata buatan. Mereka mau yang asli, tenang, dan alami," ungkapnya.

Menurutnya, terdapat sejumlah potensi wisata yang dapat dikembangkan di kawasan tersebut. Untuk wisata air, misalnya, pengunjung dapat menikmati perjalanan mengelilingi danau menggunakan perahu hingga menuju pulau kecil di tengahnya. Aktivitas lainnya meliputi memancing dan bermain kayak atau kano.

Sementara itu, wisata darat dapat dikembangkan melalui jogging track mengelilingi danau, bersepeda, camping ground, hingga kegiatan outbound bagi anak sekolah.

Danau Laut Tador juga berpotensi menjadi destinasi wisata fotografi dengan menghadirkan sejumlah spot menarik, seperti lokasi menikmati matahari terbenam, pulau di tengah danau, serta jembatan kayu.

Potensi lainnya adalah wisata kuliner yang menyajikan ikan bakar khas Laut Tador, mi gomak, lontong, kopi, hingga berbagai jajanan produk UMKM.

Untuk wisata edukasi, kawasan ini dapat dikembangkan sebagai lokasi konservasi dan pembelajaran bagi pelajar, termasuk penelitian terhadap tumbuhan langka yang terdapat di sekitar danau.

Bahkan, wisata malam juga dapat dihadirkan melalui kegiatan berkemah, api unggun, pertunjukan musik akustik, serta pasar malam yang melibatkan pelaku UMKM setempat.

Meski memiliki beragam potensi, Ali Usman menyayangkan kondisi fasilitas pendukung yang hingga kini masih belum memadai. Akses jalan menuju lokasi masih rusak, sementara fasilitas toilet bersih, musala yang layak, dermaga aman, gazebo atau pondok, penerangan malam, hingga pengelolaan sampah masih membutuhkan perhatian.

"Padahal Danau Laut Tador hanya berjarak sekitar 80 Km dari Medan dan dekat pintu tol Indra Pura. Sayang bila tidak dipotensikan. Danau ini sudah cantik dari lahir. Tinggal dipoles sedikit, dia bisa jadi ikon baru Batu Bara," tutupnya. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN