Friday, November 6, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Operasi Patuh Toba Masuki Hari ke-12, Polisi Catat Penurunan Kecelakaan 30 Persen

Mistar.idJumat, 6 November 2026 pukul 14.00 WIB
operasi_patuh_toba_masuki_hari_ke12_polisi_catat_penurunan_kecelakaan_30_persen

Personel Polres Simalungun menyampaikan perihal etika berlalu lintas. (Foto: Dok. Polres Simalungun)

Simalungun, MISTAR.ID – Angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Simalungun turun 30 persen selama pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2026. Operasi yang berlangsung sejak 26 Oktober hingga 8 November 2026 itu kini telah memasuki hari ke-12.

Kasat Lantas Polres Simalungun, AKP Friska Susana Suardi, mengatakan penurunan tersebut menjadi salah satu hasil pelaksanaan operasi yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas.

"Selama pelaksanaan operasi, angka kecelakaan lalu lintas turun 30 persen. Kami mengimbau masyarakat untuk mewujudkan lalu lintas yang tertib, aman, dan juga berkeselamatan," ucap AKP Friska melalui keterangan tertulis yang diterima Mistar, Jumat (6/11/2026).

Ia menjelaskan, selama operasi berlangsung, Sat Lantas Polres Simalungun melaksanakan berbagai kegiatan, mulai dari penyuluhan tertib berlalu lintas, program Polisi Goes to School, hingga sosialisasi kepada pengemudi ojek online dan sopir angkutan umum.

Dalam pelaksanaannya, petugas mengedepankan teguran dan edukasi kepada para pelanggar. Pemeriksaan visual kendaraan juga dilakukan di jalur rawan kecelakaan, khususnya Jalan Lintas Parapat-Pematangsiantar.

Selain itu, personel ditempatkan di sejumlah titik rawan untuk melakukan pengaturan dan penjagaan lalu lintas.

"Operasi Patuh Toba 2026 bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas. Targetnya, terwujudnya Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas)," ujarnya.

Friska juga mengimbau pengendara sepeda motor agar menggunakan helm berstandar SNI serta pengemudi dan penumpang mobil untuk mengenakan sabuk keselamatan.

Menurutnya, keberhasilan operasi tidak diukur dari banyaknya pelanggaran yang ditemukan, melainkan dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas.

"Harapan kami, masyarakat semakin disiplin dan sadar bahwa keselamatan berlalu lintas tanggung jawab bersama. Operasi Patuh Toba 2026 diharapkan menjadi momentum membangun budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan," tuturnya.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN