Angka Pengangguran di Sumut Turun, Sektor Pertanian Dominasi Tenaga Kerja

Ilustrasi pengangguran. (Foto: Getty Images)
Medan, MISTAR.ID - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), mencatat data ketenagakerjaan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) periode Agustus 2026, menunjukkan jumlah penduduk usia kerja meningkat seiring bertambahnya penduduk.
"Penduduk usia kerja pada Agustus 2026 sebanyak 11,83 juta orang, naik 180 ribu orang jika dibanding Agustus 2025. Sebagian besar penduduk usia kerja adalah angkatan kerja yaitu 8,47 juta orang, sisanya bukan angkatan kerja sebesar 3,37 juta orang," kata Kepala BPS Provinsi Sumatera Utara, Asim Saputra, Jumat (6/11/2026).
Dari total angkatan kerja itu, pada Agustus 2026 mencakup 8,02 juta orang penduduk yang bekerja dan 442 ribu orang pengangguran.
Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, angkatan kerja meningkat 41 ribu orang, penduduk yang bekerja bertambah 47 ribu orang, jumlah pengangguran turun sekitar 6 ribu orang.
"Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada Agustus 2026 tercatat 71,54 persen, turun 0,75 persen poin dibanding Agustus 2025. Berdasarkan jenis kelamin, TPAK laki-laki 83,90 persen, lebih tinggi dibandingkan perempuan yang hanya 59,24 persen," ucapnya.
Hasil Sakernas Agustus 2026 yang disesuaikan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025, tiga lapangan usaha yang menyerap tenaga kerja tertinggi di Sumut adalah sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 32,49 persen, Perdagangan Besar dan Eceran 18,98 persen, dan Industri Pengolahan 8,98 persen.
"Penyerapan tenaga kerja paling rendah adalah Aktivitas Real Estat sebesar 0,19 persen, Pengadaan Listrik dan Gas 0,30 persen, serta Aktivitas Penerbitan dan Telekomunikasi 0,51 persen," ujarnya.
Dari status pekerjaan utama, buruh/karyawan/pegawai sebesar 38,18 persen, berusaha sendiri 19,53 persen, berusaha dibantu buruh tidak tetap 13,52 persen, dan berusaha dibantu buruh tetap 4,36 persen.
Kategori formal dan informal, penduduk yang bekerja kegiatan informal mendominasi 57,46 persen atau 4,61 juta orang, kegiatan formal 42,54 persen atau 3,41 juta orang.
"Dibanding Agustus 2025, pekerja formal turun 0,20 persen poin, sektor informal naik persentase di angka yang sama," tuturnya.
Indikator pendidikan menunjukkan penduduk yang bekerja di Sumut pada Agustus 2026 didominasi lulusan SMA dengan persentase 34 persen, naik dibanding tahun sebelumnya yakni 3,82 persen poin. Sementara itu, proporsi pekerja paling sedikit dari tamatan Diploma I/II/III sebesar 2,49 persen.
Dari sisi jam kerja, sebagian besar penduduk bekerja sebagai pekerja penuh dengan jam kerja minimal 35 jam per minggu sekitar 68,58 persen, naik 1,69 persen poin dibanding Agustus 2025.
"Pekerja tidak penuh mencakup setengah pengangguran sekitar 8,96 persen dan pekerja paruh waktu 22,46 persen," katanya.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) hasil Sakernas Agustus 2026 tercatat 5,22 persen, artinya setiap 100 orang angkatan kerja sekitar lima hingga enam orang penganggur.
Angka TPT turun 0,10 persen poin dibanding Agustus 2025. Dari wilayah tempat tinggal, TPT perkotaan lebih tinggi yaitu 6,49 persen dibanding TPT perdesaan 3,10 persen.
Berdasarkan pendidikannya, TPT tertinggi masih dipegang oleh tamatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yaitu 7,97 persen, dan terendah pada tingkat pendidikan SD ke bawah sebesar 2,40 persen. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Harga Cabai Merah di Pasar Tradisional Medan Berfluktuasi









































