Sunday, August 9, 2026
home_banner_first
SUMUT

Mahasiswa KKN UGM di Asahan Ubah Limbah Makanan Jadi Pakan Alternatif Bebek

Mistar.idMinggu, 9 Agustus 2026 pukul 18.54 WIB
mahasiswa_kkn_ugm_di_asahan_ubah_limbah_makanan_jadi_pakan_alternatif_bebek

Wabup Rianto mengamati hasil KKN mahasiswa UGM. (foto:dokumen Diskominfo / Mistar)

news_banner

Asahan, MISTAR.ID (9/8/2026) - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) membuat terobosan pemanfaatan limbah makanan menjadi bahan pakan alternatif untuk ternak bebek di Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan.

Inovasi tersebut diterapkan di Pesantren Darul Falah dan mendapat perhatian Wakil Bupati Asahan Rianto saat melakukan kunjungan pada Sabtu (8/8/2026). Dalam kunjungan itu, Rianto melihat langsung sejumlah hasil kegiatan mahasiswa KKN UGM selama melaksanakan pengabdian di wilayah Kecamatan Aek Songsongan.

Salah satu inovasi yang ditunjukkan yakni pemanfaatan sisa makanan dari lingkungan pesantren sebagai bahan budidaya maggot. Maggot yang dihasilkan kemudian digunakan sebagai salah satu sumber pakan alternatif untuk ternak bebek.

Program tersebut dinilai mampu menyelesaikan dua persoalan sekaligus. Selain mengurangi sisa makanan yang berpotensi menjadi limbah, maggot yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak.

Mahasiswa KKN UGM yang ditempatkan di Desa Aek Songsongan, Muhammad Ghazalah Anwar, mengatakan program tersebut merupakan upaya menghadirkan solusi yang sederhana, namun dapat diterapkan secara berkelanjutan.

“Sisa makanan yang sebelumnya hanya menjadi limbah dikumpulkan dan dimanfaatkan sebagai media budidaya maggot. Setelah berkembang, maggot tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif bagi ternak bebek. Konsep ini dapat membantu masyarakat mengurangi ketergantungan terhadap sumber pakan tertentu sekaligus mengelola limbah organik,” ujarnya.

Ghazalah berharap program tersebut dapat terus dijalankan masyarakat meski masa KKN mahasiswa UGM telah berakhir. Dengan pengelolaan yang konsisten, sisa makanan dapat memiliki nilai guna, bahkan berpotensi menjadi sumber manfaat ekonomi.

Wakil Bupati Asahan Rianto mengapresiasi program yang dijalankan mahasiswa KKN UGM tersebut. Ia menyampaikan terima kasih kepada UGM yang telah berkontribusi melalui pelaksanaan KKN-PPM Tahun 2026 di Kabupaten Asahan.

Rianto juga mengapresiasi dukungan PT Inalum yang telah memfasilitasi dan mendukung kehadiran mahasiswa KKN UGM di Kabupaten Asahan. Menurutnya, program tersebut menjadi contoh bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat langsung.

“Kami mengapresiasi apa yang dilakukan mahasiswa KKN UGM. Sisa makanan yang selama ini dianggap sebagai limbah ternyata dapat dikelola menjadi sesuatu yang bermanfaat. Ini merupakan inovasi yang sederhana, tetapi memiliki nilai manfaat yang besar apabila dikembangkan secara berkelanjutan,” ujar Wabup.

Ia berharap berbagai pengetahuan yang dibawa mahasiswa selama KKN dapat diteruskan kepada masyarakat.

"Ilmu dan inovasi yang dibawa adik-adik mahasiswa dapat terus dimanfaatkan masyarakat. Sehingga kehadiran KKN UGM tidak hanya meninggalkan program, tetapi juga meninggalkan pengetahuan dan manfaat yang dapat terus dikembangkan," ujarnya. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN