Buntut Depak Macklemore, Ed Sheeran Kehilangan 439 Ribu Pengikut

Macklemore dikeluarkan dari Tur Ed Sheeran usai serukan Free Palestine. (Foto: Langit7.id)
Jakarta, MISTAR.ID (24/9/2026) - Popularitas Ed Sheeran di media sosial anjlok tajam. Dalam 30 hari terakhir, pelantun Shape of You itu kehilangan lebih dari 439 ribu pengikut di Instagram. Penurunan paling tajam terjadi di puncak kontroversi pendepakan Macklemore dari rangkaian Loop Tour.
Macklemore dikeluarkan dari sisa rangkaian tur Ed Sheeran di Amerika Serikat setelah rapper asal Amerika Serikat itu menjadi sorotan karena meneriakkan “Free Palestine” di atas panggung MetLife Stadium, New Jersey.
Keputusan tersebut diambil setelah sejumlah venue yang akan menjadi lokasi konser Ed Sheeran menolak kehadiran Macklemore sebagai artis pembuka. Promotor tur Sheeran di Amerika Serikat, Messina Touring Group, mengatakan penolakan dari venue berpotensi membuat konser dibatalkan dan berdampak pada ratusan ribu penggemar.
Data Social Blade seperti diberitakan CNN Indonesia yang mengutip Newsweek, Selasa (22/9/2026), menunjukkan akun Sheeran kehilangan hampir 150 ribu pengikut pada 15 September, disusul 98 ribu pengikut keesokan harinya. Total lebih dari 248 ribu pengikut hilang hanya dalam dua hari.
Prahara itu bermula saat Macklemore, rapper bernama lengkap Benjamin Hammond Haggerty, menyuarakan dukungan untuk Palestina dalam konser di New Jersey pada awal September 2026. Tak lama setelah itu, ia didepak dari daftar pembuka Loop Tour Ed Sheeran.
Dalam komunikasi dengan Macklemore, Sheeran menyebut tidak bisa melanjutkan tur jika sang rapper tetap menjadi pembuka. Keputusan itu memicu kritik keras dari aktivis dan berujung aksi solidaritas, sejumlah musisi pembuka lain mundur dari tur.
Tekanan publik pun mengarah ke Sheeran. Ketua Reputation Management Consultants Eric Schiffer menilai langkah tersebut menyeret Sheeran ke dalam pusaran politik yang sangat terpolarisasi.
"Ed Sheeran sangat konyol dalam cara dia mengelola kontroversi ini, dan ini menjadi bahaya bagi kariernya," ujar Schiffer.
Menurutnya, hal terbaik yang bisa dilakukan peraih empat Grammy itu adalah mundur dari panggung politik dan kembali fokus pada musik.
Di tengah desakan yang membesar, Sheeran menyebut keputusan terkait tur berada di tangan promotor dan pemilik stadion, termasuk pebisnis Yahudi AS Robert Kraft.
Ia juga menyampaikan permintaan maaf terbuka saat tampil di Lincoln Financial Field, Philadelphia, Sabtu (19/9/2026).Di hadapan puluhan ribu penonton, musisi 35 tahun itu mengakui kekhilafan.
"Saya harus mengambil keputusan-keputusan yang sulit, dan saya membuat kesalahan, dan saya sangat, sangat meminta maaf," tutur Sheeran.
Ia menyadari sebagian penonton yang datang bersama keluarga tidak mengharapkan pernyataan politik di tengah konser.
"Dunia adalah tempat yang menakutkan saat ini; Amerika adalah tempat yang menakutkan saat ini. Ini memberikan harapan. Terima kasih banyak, Philadelphia," ucapnya.(CNN/Langit7.id/hm02)
PREVIOUS ARTICLE
Taylor Swift Umumkan Single Baru "Patient Zero"








































