Wabup Lom Lom Tinjau Pencarian Syawaludin, Warga Galang Singgung Kasus Dedi Anzani

Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo meninjau lokasi pencarian Syawaludin yang hanyut di aliran Sungai Batang Kuis, Desa Sambirejo Timur. (foto: Sembiring/Mistar)
Deli Serdang, MISTAR.ID - Memasuki hari ketiga pencarian, Syawaludin (16), remaja yang hanyut terbawa arus sungai di kawasan Jalan Makmur Ujung, Dusun Anggrek, Desa Sambirejo Timur (SamTim), Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deli Serdang, belum juga ditemukan hingga Minggu (8/11/2026).
Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Deli Serdang, Basarnas, dan unsur terkait masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi awal korban dilaporkan hilang hingga sepanjang aliran sungai yang diduga menjadi jalur hanyutnya korban.
Pencarian dilakukan menggunakan perahu motor (boat) untuk menyisir aliran Sungai Batang Kuis. Setelah operasi pencarian pada Minggu berakhir, tim gabungan dijadwalkan kembali melanjutkan pencarian pada Senin (9/11/2026).
Di tengah upaya tersebut, Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, turun langsung meninjau lokasi kejadian. Kehadirannya menjadi bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Deli Serdang terhadap musibah yang menimpa Syawaludin dan keluarganya.
Saat berada di lokasi, Lom Lom menyampaikan keprihatinan kepada keluarga korban sekaligus memberikan dukungan kepada tim SAR gabungan agar pencarian dapat berjalan optimal.
"Kami dari Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dan jajaran sangat prihatin atas musibah ini. Upaya pencarian korban akan terus dilanjutkan," ujar Lom Lom Suwondo.
Namun, kehadiran orang nomor dua di Deli Serdang tersebut juga mengingatkan masyarakat terhadap sejumlah peristiwa korban hanyut lainnya yang terjadi di wilayah itu.
Salah satunya Dedi Anzani (34), warga Dusun III, Desa Pulau Tagor Baru, Kecamatan Galang, yang hanyut di Sungai Ular. Hingga pencarian memasuki hari ketujuh, korban belum ditemukan dan operasi SAR resmi akhirnya dihentikan. Meski demikian, keluarga masih melanjutkan pencarian secara mandiri.
Selain itu, dua remaja juga dilaporkan hanyut saat mandi di Sungai Belumai, Desa Tungkusan, Kecamatan STM Hilir. Peristiwa tersebut menambah daftar kejadian orang hanyut di wilayah Kabupaten Deli Serdang dalam beberapa waktu terakhir.
Dalam konteks sejumlah peristiwa tersebut, perhatian masyarakat tidak hanya tertuju pada upaya pencarian korban, tetapi juga pada kehadiran pemerintah daerah dalam memberikan dukungan kepada keluarga yang tertimpa musibah.
Seorang warga Kecamatan Galang, Junaidi, menyoroti perbedaan kehadiran Wakil Bupati Lom Lom Suwondo dalam penanganan kasus Syawaludin dengan pencarian Dedi Anzani.
Menurut Junaidi, Lom Lom tidak terlihat meninjau langsung proses pencarian Dedi Anzani hingga operasi SAR berlangsung selama tujuh hari.
"Sehingga menjadi catatan tersendiri di tengah harapan masyarakat agar pemerintah daerah memberikan perhatian yang sama terhadap setiap warga yang tertimpa musibah, tanpa membedakan lokasi maupun latar belakang korban," ujar Junaidi saat ditemui terpisah.
Diketahui, peristiwa hanyutnya Syawaludin bermula pada Jumat (6/11/2026) sekitar pukul 14.45 WIB. Korban yang berdomisili di Jalan Sederhana, Dusun XI Bakung, Desa Sambirejo Timur, awalnya datang bersama teman-temannya ke kawasan sungai di sekitar jembatan perbatasan desa untuk mandi.
Berdasarkan keterangan teman-temannya, setelah melompat ke sungai, Syawaludin tidak kembali muncul ke permukaan. Teman-temannya tidak berani memberikan pertolongan karena khawatir ikut tenggelam. Terlebih, korban diketahui tidak bisa berenang.
Menerima laporan masyarakat, Pemerintah Desa Sambirejo Timur segera mendatangi lokasi kejadian dan menghubungi Basarnas serta pihak terkait untuk melakukan pencarian. (*)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER







































