Sunday, November 8, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

CT Scan Tiba di RSUD Sidikalang, Pasien Dairi Tak Perlu Lagi Dirujuk ke Medan

Mistar.idMinggu, 8 November 2026 pukul 19.01 WIB
ct_scan_tiba_di_rsud_sidikalang_pasien_dairi_tak_perlu_lagi_dirujuk_ke_medan

Mesin CT Scan dan peralatan pendukung tiba di RSUD Sidikalang, Minggu (8/11/2026). (foto: Heppy Julius Manurung/Mistar)

Dairi, MISTAR.ID - Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Dairi. Mesin CT Scan beserta sejumlah peralatan pendukungnya telah tiba di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang, milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi, Minggu (8/11/2026).

Mesin CT Scan tersebut diangkut menggunakan tiga unit truk dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Kedatangan peralatan kesehatan itu turut diawasi Amsal, selaku General Electric atau perusahaan vendor Kemenkes, serta Jumas, Supervisor (SPV) bangunan yang menangani penyelesaian sarana dan prasarana ruangan CT Scan.

Peralatan tersebut diterima Direktur RSUD Sidikalang, dr Benny Christoni Purba, melalui Plt Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Santy Sarimaya Limbong, SE, MM, didampingi Kepala IPSRS Tampak Kudatiri, radiografer, serta Purnama Manik selaku Petugas Proteksi Radiasi (PPR) bersertifikat.

Direktur RSUD Sidikalang, dr Benny Christoni Purba, yang dikonfirmasi Mistar melalui WhatsApp, menyampaikan bahwa kedatangan mesin CT Scan menjadi kabar baik bagi masyarakat Dairi. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Sidikalang.

"Ke depan pelayanan RSUD semakin meningkat, dan masyarakat Dairi tidak lagi jauh-jauh berobat dan pemeriksaan detail keluar daerah," kata Benny.

Selama ini, sejumlah pasien dari Dairi harus dirujuk ke rumah sakit di Medan maupun Kabanjahe untuk menjalani pemeriksaan CT Scan. Kondisi tersebut tidak hanya membutuhkan waktu lebih lama, tetapi juga menambah beban biaya bagi keluarga pasien.

Dengan hadirnya fasilitas CT Scan, pemeriksaan untuk membantu diagnosis berbagai penyakit dan kondisi medis, seperti stroke, tumor, kecelakaan, serta cedera kepala, nantinya dapat dilakukan di RSUD Sidikalang.

Kehadiran fasilitas ini juga diharapkan dapat mengurangi angka rujukan pasien ke rumah sakit luar daerah. Dengan demikian, masyarakat Dairi berpeluang memperoleh pelayanan pemeriksaan kesehatan yang lebih cepat dan mudah dijangkau.

"Ini bukan hanya soal alat, ini soal kepedulian pemimpin terhadap rakyatnya. Bupati Dairi membuktikan, pembangunan kesehatan bukan sekadar janji, tetapi kerja nyata. RSUD Sidikalang, melayani dengan hati," ujar Benny.

Sebelumnya, Mistar memberitakan RSUD Sidikalang telah melakukan penambahan daya listrik senilai Rp1.394.945.780. Penambahan tersebut dilakukan melalui pemasangan baru listrik dengan kapasitas 865 KVA untuk memenuhi kebutuhan operasional peralatan kesehatan, termasuk di gedung cathlab.

Benny menjelaskan, anggaran penambahan daya listrik bersumber dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) UPT RSUD Sidikalang. Sebelum penambahan, kapasitas listrik rumah sakit tersebut sebesar 345 KVA.

Seiring dengan rencana penambahan alat kesehatan berupa CT Scan, cathlab, dan mammografi, kapasitas listrik ditambah 865 KVA sehingga total daya listrik RSUD Sidikalang kini mencapai 1.210 KVA.

Proses penambahan daya tersebut telah selesai dilaksanakan oleh PT Giveni Ruth Glori. Persiapan infrastruktur kelistrikan itu merupakan bagian dari upaya menyambut kedatangan bantuan peralatan kesehatan dari Kemenkes pada 2026.

Sebelumnya, tim asesor Kemenkes RI juga telah mengunjungi RSUD Sidikalang terkait proses penyaluran bantuan hibah alat kesehatan senilai lebih dari Rp43 miliar.

Visitasi tersebut merupakan tindak lanjut setelah rampungnya proyek pembangunan gedung fasilitas kesehatan untuk Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP), serta belanja modal bangunan kesehatan untuk penguatan layanan unggulan KJSU-KIA, termasuk sarana cathlab.

Kala itu, Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Penunjang Medik RSUD Sidikalang, dr Lestina Sianturi, menyampaikan bahwa kunjungan Kemenkes akan dilakukan setelah seluruh komponen bangunan gedung cathlab selesai 100 persen.

"Kemenkes segera kunjungan, namun jadwalnya belum ditentukan. Tim akan turun jika komponen bangunan gedung cathlab sudah selesai 100 persen," kata Lestina ketika dikonfirmasi Mistar sebelumnya. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN