Sunday, November 8, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

AS Tawarkan Hadiah Rp363 Miliar untuk Informasi Rahasia Nuklir Iran

Mistar.idMinggu, 8 November 2026 pukul 18.34 WIB
as_tawarkan_hadiah_rp363_miliar_untuk_informasi_rahasia_nuklir_iran

Presiden AS Donald Trump memberikan keterangan kepada media mengenai Iran di Gedung Putih, Washington DC, Senin 2 November 2026. (foto: EPA-Yonhap)

Washington D.C., MISTAR.ID - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menawarkan imbalan besar untuk mendapatkan informasi rahasia terkait Iran. Kali ini, Washington menyiapkan hadiah hingga US$20 juta atau sekitar Rp363 miliar bagi siapa pun yang dapat memberikan informasi mengenai program nuklir Teheran.

Dilansir BBC, Minggu (10/11/2026), penawaran tersebut diumumkan melalui program Rewards for Justice milik Departemen Luar Negeri AS pada Jumat (6/11/2026). Selain imbalan uang, pemerintah AS juga membuka kemungkinan relokasi bagi pihak yang memberikan informasi penting.

Informasi yang diburu mencakup fasilitas nuklir, peralatan, serta individu-individu yang terlibat dalam program tersebut, termasuk kalangan ilmuwan dan tenaga ahli nuklir Iran.

Penawaran terbaru ini bukan kali pertama Washington menjanjikan imbalan untuk memperoleh informasi mengenai Iran. Pada Maret 2026, pemerintah AS menawarkan hadiah hingga US$10 juta atau sekitar Rp181 miliar, untuk informasi mengenai 10 pejabat militer dan intelijen Iran yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Dalam pernyataannya, Departemen Luar Negeri AS menyoroti ketidakpatuhan Iran terhadap kewajiban pengamanan yang ditetapkan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Washington menyebut kondisi tersebut telah menyebabkan IAEA kehilangan kesinambungan pengetahuan mengenai produksi dan persediaan sejumlah komponen penting Iran, termasuk sentrifugal nuklir.

Sentrifugal merupakan perangkat yang digunakan untuk memperkaya uranium. Material tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar reaktor untuk kepentingan sipil, tetapi juga dapat digunakan dalam pembuatan senjata nuklir apabila tingkat pengayaannya mencapai sekitar 90 persen atau lebih.

Iran selama ini membantah tuduhan bahwa program nuklirnya bertujuan mengembangkan senjata atom. Teheran menegaskan aktivitas nuklirnya ditujukan untuk kepentingan damai dan tidak memiliki rencana membangun senjata nuklir.

Tawaran hadiah tersebut muncul di tengah tekanan militer dan ekonomi AS terhadap Iran. Presiden Trump sebelumnya berulang kali mengklaim fasilitas nuklir Iran telah hancur sepenuhnya setelah serangkaian serangan udara yang dilancarkan AS dan Israel pada tahun lalu.

Meski demikian, Washington masih berupaya memperoleh informasi mengenai fasilitas dan kemampuan nuklir Teheran, terutama setelah pengawasan internasional terhadap aktivitas nuklir Iran menghadapi kendala.

Trump bahkan sempat mengisyaratkan kemungkinan melanjutkan serangan terhadap Pickaxe Mountain, sebuah fasilitas bawah tanah yang dikaitkan dengan program nuklir Iran.

Dalam wawancara dengan Fox News menjelang pemilihan paruh waktu AS, Trump mengatakan Washington mungkin perlu menyerang lokasi tersebut. Ia menyebut operasi itu bukan sesuatu yang sulit dan dapat dilakukan hanya dalam waktu satu jam.

Namun, Trump sebelumnya mengatakan tidak terburu-buru untuk kembali melancarkan serangan besar terhadap Iran. Pernyataan itu muncul ketika tekanan publik terhadap keterlibatan AS dalam perang semakin meningkat. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN