Sunday, November 8, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Penembakan Brutal di Krakow, Enam Orang Tewas dan 16 Lainnya Terluka

Mistar.idMinggu, 8 November 2026 pukul 18.28 WIB
penembakan_brutal_di_krakow_enam_orang_tewas_dan_16_lainnya_terluka

Petugas melakukan olah TKP penembakan di alun-alun pasar di Krakow, Polandia, Sabtu (7/11/2026). (foto: Beata Zawrzel/AP)

Krakow, MISTAR.ID - Aksi penembakan brutal mengguncang pusat Kota Krakow, Polandia, Sabtu (7/11/2026) sore waktu setempat. Seorang pria bersenjata melepaskan tembakan secara acak di kawasan Main Market Square, menewaskan enam orang dan melukai 16 lainnya.

Dikutip dari BBC, Minggu (8/11/2026), kepolisian menyebut pelaku mengendarai mobil menuju alun-alun yang menjadi salah satu destinasi wisata populer di Polandia tersebut sebelum menembaki orang-orang di sekitarnya. Serangan berlangsung sekitar tiga menit dan memicu kepanikan di kawasan pusat kota yang saat itu dipadati pengunjung.

Enam korban tewas terdiri dari empat perempuan dan dua laki-laki. Tiga di antaranya merupakan warga Polandia, satu warga Inggris, sedangkan identitas dua korban lainnya belum diketahui. Sementara itu, 16 orang mengalami luka-luka, termasuk lima warga negara asing asal Austria, Jerman, Portugal, Rusia, dan Inggris.

Dua anggota kepolisian turut menjadi korban dalam insiden tersebut. Salah seorang polisi dilaporkan mengalami luka kritis dan tengah berjuang untuk bertahan hidup, sementara rekannya diperkirakan akan pulih dari cedera yang lebih ringan.

Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengatakan, aparat juga menemukan tiga jenazah saat melakukan penggeledahan di rumah terduga pelaku di Ostrowiec Swietokrzyski, sekitar 200 kilometer dari Krakow. Ketiga korban terdiri dari dua perempuan dan seorang laki-laki yang diduga merupakan anggota keluarga dekat tersangka.

Tusk menyebut peristiwa tersebut sebagai serangan yang sangat kejam. Ia menegaskan bahwa Polandia selama ini tidak pernah menghadapi kasus terorisme dengan tingkat kekerasan seperti yang terjadi di Krakow.

"Indikasi kuat menunjukkan bahwa mereka adalah anggota keluarga dekat pelaku," kata Tusk, merujuk pada tiga orang yang ditemukan meninggal di rumah tersangka.

Penganut Ideologi Ekstrem Kanan

Terduga pelaku diketahui merupakan pria Polandia berusia 25 tahun. Ia mengenakan perlengkapan taktis bergaya militer dan menggunakan senjata api yang disebut memiliki spesifikasi militer.

Menteri Dalam Negeri Polandia Marcin Kierwinski mengatakan, berbagai indikasi menunjukkan bahwa tersangka memiliki ketertarikan terhadap ideologi ekstrem kanan dan berpandangan ultra-nasionalis.

"Segala sesuatu mengindikasikan bahwa dia terpesona oleh ideologi sayap kanan ekstrem," ujar Kierwinski.

Meski menggunakan perlengkapan dan senjata bergaya militer, pemerintah memastikan bahwa tersangka bukan anggota angkatan bersenjata Polandia. Polisi juga menemukan senjata serta amunisi tambahan di dalam mobil milik pelaku.

Tersangka telah ditangkap dan masih menjalani perawatan di rumah sakit setelah menjalani operasi. Identitasnya belum diumumkan secara resmi kepada publik.

Serangan bermula sesaat sebelum pukul 15.00 waktu setempat. Rekaman video memperlihatkan kendaraan yang dikemudikan pelaku melaju kencang di kawasan pusat kota. Suara tembakan kemudian terdengar, membuat warga dan wisatawan berlarian mencari tempat berlindung.

Sejumlah etalase toko pecah akibat peluru, sementara sebuah trem juga menjadi sasaran tembakan. Meja-meja terbalik dan barang-barang milik pengunjung berserakan di jalan setelah orang-orang berusaha menyelamatkan diri.

Petugas bersenjata mengejar kendaraan pelaku hingga akhirnya mobil tersebut mengalami kecelakaan. Polisi kemudian terlibat baku tembak dengan tersangka sebelum berhasil mengamankannya.

Rekaman yang telah diverifikasi BBC Verify memperlihatkan seorang polisi menghadapi tersangka yang tergeletak di jalan. Petugas tersebut tampak mengalami cedera sebelum akhirnya jatuh ke tanah.

Perdana Menteri Tusk kemudian menyebut dua polisi yang terluka sebagai Jakub Kulik dan Artur Moranski. Ia memuji keduanya karena dinilai telah menyelamatkan banyak nyawa dan menyebut mereka sebagai pahlawan.

Pemerintah setempat meningkatkan pengamanan setelah serangan tersebut. Aparat bersenjata dikerahkan dalam jumlah besar di berbagai titik Krakow, sementara langkah pengamanan juga diperketat di ibu kota Warsawa dan sejumlah wilayah lainnya.

Krakow menetapkan masa berkabung hingga 11 November untuk menghormati para korban.

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham menyampaikan keterkejutan dan kesedihannya atas serangan tersebut. Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta seluruh pihak yang terdampak.

Inggris, kata Burnham, berdiri bersama rakyat Polandia dalam menghadapi tragedi tersebut. Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband juga menyampaikan duka mendalam dan belasungkawa kepada keluarga korban.

Sementara itu, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas menyebut penembakan tersebut sebagai tragedi yang dampaknya akan dirasakan jauh melampaui wilayah Polandia.

Saksi mata menggambarkan suasana mencekam ketika tembakan terdengar di sekitar alun-alun. Seorang mahasiswa Polandia berusia 24 tahun bernama Cezary mengaku awalnya tidak menyadari bahwa suara keras yang didengarnya merupakan tembakan.

Ia baru memahami situasi setelah melihat empat orang tergeletak di jalan. Saat itu, suara tembakan masih terdengar dan banyak orang berteriak meminta pertolongan.

Saksi lainnya, Caitlin Shasby, wisatawan asal Newcastle, Inggris, mengatakan dirinya mendengar rentetan tembakan dari kamar hotel. Ia diminta tetap berlindung di dalam bangunan ketika polisi menutup dan mengamankan jalan di sekitar lokasi.

Kantor Luar Negeri Inggris juga memperbarui imbauan perjalanan bagi warganya dan meminta mereka yang berada di sekitar Krakow untuk mengikuti arahan otoritas setempat.

Menteri Dalam Negeri Polandia menyatakan penyelidikan masih berlangsung. Perdana Menteri Tusk memperingatkan bahwa siapa pun yang diduga membantu atau mendukung pelaku akan ditindak, seraya meminta masyarakat memberikan informasi yang dapat membantu penyelidikan. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN