Sunday, November 8, 2026
home_banner_first
SUMUT

Rugi Kelola 500 Bebek Petelur, Ketua BUMDes Gabe Jaya Sebut Akibat Harga Pakan Naik

Mistar.idMinggu, 8 November 2026 pukul 19.14 WIB
rugi_kelola_500_bebek_petelur_ketua_bumdes_gabe_jaya_sebut_akibat_harga_pakan_naik

Ilustrasi peternakan bebek. (foto: istimewa)

Taput, MISTAR.ID - Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gabe Jaya, Desa Sitampurung, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), mengalami kerugian dalam usaha pengadaan 500 ekor bebek petelur yang bersumber dari anggaran desa tahun 2025 sebesar Rp165 juta.

Kerugian tersebut menjadi pembahasan dalam rapat yang digelar Camat Siborongborong bersama kepala desa dan perangkat Desa Sitampurung, terkait pengelolaan anggaran BUMDes Gabe Jaya.

Ketua BUMDes Gabe Jaya, Juniasal Sihombing, membenarkan bahwa pihaknya menerima penyertaan modal sebesar Rp165 juta dari anggaran Desa Sitampurung tahun 2025 untuk pengadaan bebek petelur.

Saat dihubungi MISTAR, Minggu (8/11/2026), Juniasal menjelaskan, usaha peternakan tersebut mengalami kerugian karena kenaikan harga pakan yang terjadi secara tiba-tiba.

"Gagal usaha kita dalam pengadaan bebek petelur. Anggaran yang kita gunakan dan belanjakan sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB). Semua lengkap dengan bon dan faktur pembelian pakan dari salah satu toko pakan. Begitu juga bon pembelian bahan bangunan untuk kandang bebek," ujar Juniasal.

Ia merinci, dari anggaran Rp165 juta tersebut, sebanyak 500 ekor bebek dibeli dengan harga Rp65.000 per ekor. Selain itu, terdapat pengeluaran untuk pakan, biaya sewa lokasi, serta honor.

Saat ditanya apakah bebek yang dipelihara sudah menghasilkan telur, Juniasal mengatakan sebagian sudah produktif. Namun, hasil penjualan telur digunakan kembali untuk membeli pakan.

"Sudah ada yang bertelur, tetapi keuntungan dari penjualan telur kita gunakan untuk membeli pakan. Sebab, setiap pencairan dana untuk pembelian pakan harus melalui kepala desa. Semua bon dan hasil penjualan telur ada sama kita," jelasnya.

Sementara itu, pengamat ekonomi, Lamhot Siahaan, SE, mengatakan, pengadaan ternak bebek petelur menggunakan penyertaan modal BUMDes memiliki risiko kerugian apabila tidak didukung tata kelola dan perencanaan usaha yang baik.

Menurutnya, usaha peternakan membutuhkan keahlian khusus. Sejumlah faktor seperti tingginya angka kematian ternak, kondisi cuaca, serta ketidakstabilan harga pakan dapat memengaruhi keberlangsungan usaha dan berujung pada kerugian finansial.

"Risiko pengadaan ternak bebek petelur menggunakan dana desa melalui BUMDes cukup besar. Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan kerugian, seperti cuaca dan harga bahan pakan yang tidak stabil," ujar Lamhot.

Terpisah, Camat Siborongborong, Panca Sihombing, yang dihubungi terkait rapat pembahasan anggaran BUMDes Gabe Jaya tahun 2025 di Desa Sitampurung, hingga berita ini dikirim ke redaksi belum memberikan tanggapan. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN