Wednesday, September 23, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Esports Asian Games 2026 Mulai Hari Ini, Ini Game dan Atlet Indonesia yang Bertanding

Mistar.idRabu, 23 September 2026 pukul 15.09 WIB
esports_asian_games_2026_mulai_hari_ini_ini_game_dan_atlet_indonesia_yang_bertanding

Esports Asian Games 2026 Mulai Hari Ini, Ini Game dan Atlet Indonesia yang Bertanding. (foto ilustrasi:wikipedia/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID — Esports Asian Games 2026 mulai memanas hari ini, Rabu (23/9/2026). Indonesia langsung menurunkan wakil di dua nomor pembuka, Gran Turismo 7 dan eFootball, dengan target membawa pulang medali dari persaingan esports terbesar di Asia.

Bukan lagi sekadar tontonan bagi komunitas gamer. Mulai hari ini, panggung esports Asian Games 2026 resmi bergulir di Aichi Sky Expo, Jepang, dan nama Indonesia ikut dipertaruhkan.

Pertandingan esports berlangsung pada 23 September hingga 2 Oktober 2026, dengan 11 nomor yang memperebutkan medali. Indonesia sendiri mengikuti delapan nomor, mulai dari eFootball hingga Mobile Legends: Bang Bang.

Perjuangan Merah Putih dibuka oleh Andika Rama Maulana di Gran Turismo 7 serta Rizky Faidan dan Radika Wiratama di eFootball.

Bagi Indonesia, hari pertama ini bukan sekadar pembuka. Dua nomor tersebut langsung menjadi kesempatan pertama untuk menguji kesiapan para atlet setelah menjalani rangkaian seleksi dan pemusatan latihan nasional.

Esports Asian Games 2026 Dimulai, Apa Saja Gamenya?

Ada satu hal yang perlu diluruskan. Esports bukan pertama kali hadir sebagai cabang perebutan medali di Asian Games 2026.

Esports sebelumnya tampil sebagai olahraga demonstrasi pada Asian Games Jakarta-Palembang 2018, kemudian resmi menjadi cabang perebutan medali di Hangzhou 2022. Di Aichi-Nagoya 2026, esports kembali dipertahankan dengan cakupan pertandingan yang lebih beragam.

Sebanyak 11 nomor esports dipertandingkan, yakni:

1. eFootball

2. Gran Turismo 7

3. Fighting Games yang meliputi: Street Fighter 6, TEKKEN 8, dan The King of Fighters XV

4. PUBG Mobile

5. Puyo Puyo Champions

6. Honor of Kings

7. Mobile Legends: Bang Bang

8. Pokémon UNITE

9. Identity V

10. League of Legends

11. Naraka: Bladepoint

Dari seluruh nomor tersebut, eFootball menjadi salah satu pertandingan dengan persaingan negara paling luas. Sebanyak 24 Komite Olimpiade Nasional (NOC) ambil bagian, disusul Gran Turismo 7 dengan 16 NOC.

Keragaman tersebut menunjukkan bahwa esports di Asian Games tidak lagi identik hanya dengan game mobile. Kompetisi tahun ini mencakup game sepak bola, balap, MOBA, battle royale, tactical game, fighting game hingga puzzle.

Jadwal Esports Asian Games Hari Ini

Pertandingan esports Indonesia dimulai pada 23 September 2026.

Nomor pertama yang tampil adalah Gran Turismo 7, dengan rangkaian semifinal hingga final dijadwalkan berlangsung pukul 09.00–14.00 waktu Jepang.

Setelah itu, giliran eFootball yang memasuki fase penentuan. Sesi semifinal hingga final dijadwalkan berlangsung pukul 16.00–21.00 waktu Jepang.

Dengan demikian, dua nomor tersebut menjadi pintu masuk perjuangan atlet esports Indonesia di Aichi-Nagoya.

Setelah hari pertama, pertandingan berlanjut ke Naraka: Bladepoint, Fighting Games, Pokémon UNITE, Honor of Kings, PUBG Mobile, Identity V, hingga Mobile Legends: Bang Bang.

Untuk Indonesia, perjuangan berlangsung hingga 1 Oktober, ketika nomor Mobile Legends: Bang Bang menjadi pertandingan terakhir yang diikuti kontingen esports Merah Putih.

Daftar Game yang Diikuti Indonesia

Indonesia tidak mengikuti seluruh 11 nomor esports yang dipertandingkan.

Kontingen Merah Putih tampil di delapan nomor, yaitu:

eFootball, Gran Turismo 7, Naraka: Bladepoint, Pokémon UNITE, Honor of Kings, PUBG Mobile, Identity V, dan Mobile Legends: Bang Bang.

Absennya Indonesia dari beberapa nomor membuat fokus kontingen diarahkan kepada game-game yang dianggap memiliki kesiapan atlet dan ekosistem kompetitif yang kuat.

Menariknya, komposisi tersebut juga memperlihatkan luasnya spektrum atlet yang harus disiapkan. Ada pemain individu seperti di Gran Turismo 7 dan eFootball, tetapi ada pula skuad dengan koordinasi tim yang kompleks seperti PUBG Mobile, Honor of Kings dan MLBB.

Siapa Atlet Esports Indonesia di Asian Games 2026?

Indonesia membawa puluhan atlet untuk delapan nomor pertandingan.

Di Gran Turismo 7, Indonesia mengandalkan Andika Rama Maulana.

Sementara itu, nomor eFootball diperkuat Rizky Faidan dan Radinka Wiratama. Dua nama ini menjadi wakil Indonesia dalam pertandingan sepak bola virtual yang mempertemukan negara-negara Asia.

Untuk PUBG Mobile, Indonesia diperkuat Fazriel Haikal Aditya, Juventino Ryan Jeremy R., Micho Ananda Pratama W., Muh Fathyn Zilhaq S., dan Sharfan Syahman Shodiq.

Di Identity V, terdapat Athif Fatahilah Nursyam, Suhartanto Ardi Mulyo, Muhammad Fachrul Putra Henri, dan Daffa Pasha Arifin.

Sementara Naraka: Bladepoint diperkuat Moch. Afton Fathany, Ararat Samuel Manullang, Natha Dhiva Arya, dan Darian Wicaksana.

Pada nomor Honor of Kings, Indonesia menurunkan Iqbal Khan, Drensen, Emanuel Hendo Paska, Agung Budi Prasetyo, Neville Garrick, dan Muh Naufal Aushaf Mahfuzh.

Kemudian di Pokémon UNITE, ada Marcello Hillers, Muhammad Haikal, Novrizal Diananta Said, Denny Ardianyanto, dan Judha Pangabean.

Adapun Mobile Legends: Bang Bang diperkuat Alexander Owen Marcetami Buhe, Arif Fudin Dingarai Putra, Dalvin Ramadhana Putra, Muhammad Affan Wahyudi, Albert Neilsen Iskandar, dan Syauki Fauzan Sumarno.

Bukan Sekadar Bertanding, Target Medali Jadi Taruhan

Masuknya esports ke Asian Games membuat persaingan berubah karakter.

Para atlet tidak lagi hanya membawa nama tim atau organisasi esports. Mereka bertanding sebagai bagian dari kontingen Indonesia dan membawa target prestasi nasional.

Itulah yang membuat pertandingan esports Aichi-Nagoya menarik untuk diikuti. Kemampuan mekanik saja tidak cukup. Konsistensi, komunikasi, strategi, adaptasi terhadap lawan dan kemampuan bermain di bawah tekanan akan ikut menentukan hasil.

Persaingan juga tidak ringan. Dari 11 nomor yang dipertandingkan, jumlah negara peserta berbeda-beda. eFootball bahkan melibatkan 24 NOC, sementara Gran Turismo 7 diikuti 16 NOC. PUBG Mobile melibatkan 12 NOC, sedangkan Honor of Kings, Mobile Legends: Bang Bang dan Pokémon UNITE masing-masing diikuti 11 NOC.

Dengan kata lain, Indonesia tidak hanya menghadapi pemain-pemain terbaik dari satu kawasan. Mereka berhadapan dengan representasi nasional dari berbagai negara Asia dalam format kompetisi multiolahraga.

Dari Gaming ke Panggung Olahraga Asia

Perjalanan esports di Asian Games menunjukkan perubahan besar dalam cara olahraga elektronik ditempatkan di panggung internasional.

Dari status olahraga demonstrasi pada 2018, esports kemudian mendapatkan medali resmi pada 2022. Kini, Aichi-Nagoya mempertahankannya dalam program pertandingan dengan 11 nomor.

Bagi Indonesia, momentum ini sekaligus menjadi ujian terhadap pembinaan atlet esports nasional.

Pertanyaannya bukan lagi apakah esports layak tampil di Asian Games. Kehadirannya sudah menjadi bagian dari program pertandingan.

Kini perhatian beralih kepada seberapa jauh atlet esports Indonesia mampu mengubah pengalaman kompetisi profesional menjadi prestasi di panggung Asia.

Jawabannya mulai dicari hari ini, ketika Gran Turismo 7 dan eFootball membuka perjuangan Indonesia di esports Asian Games 2026.

(jesu/oca/joc/antara/detik/*/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN