Update Klasemen Medali Asian Games 2026 Malam Ini: Indonesia di Posisi 20

Update Klasemen Medali Asian Games 2026 Malam Ini: Indonesia di Posisi 20. (foto:tangkapanlayar resultsasiangames2026/wikipedia/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (22/9/2026) — Klasemen medali Asian Games 2026 kembali berubah pada Selasa (22/9/2026). Indonesia memang menambah koleksi medali, tetapi belum mendapatkan emas sehingga posisinya justru melorot ke peringkat 20.
Berdasarkan update klasemen malam ini, Indonesia mengoleksi 8 medali, terdiri dari 1 perak dan 7 perunggu. Posisi tersebut turun cukup jauh dibandingkan pembaruan pagi ketika Merah Putih masih berada di peringkat ke-13 dengan 1 perak dan 6 perunggu.
Situasi ini memperlihatkan betapa pentingnya medali emas dalam menentukan posisi klasemen Asian Games. Tambahan medali saja belum cukup untuk mengangkat peringkat jika negara-negara lain mampu menambah emas.
China Masih Tak Tergoyahkan di Puncak
China masih menjadi pemimpin klasemen medali Asian Games 2026 dengan 32 emas, 13 perak, dan 8 perunggu, atau total 53 medali.
Jepang berada di posisi kedua dengan 11 emas, 16 perak, dan 19 perunggu. Korea Selatan menempati peringkat ketiga dengan 6 emas, 4 perak, dan 17 perunggu.
Jika dibandingkan dengan update pagi, lonjakan perolehan medali China sangat besar. Pada pagi hari, China tercatat mengoleksi 23 emas, 10 perak, dan 5 perunggu.
China memang memiliki rekam jejak kuat di Asian Games. Negeri Tirai Bambu tersebut telah memimpin klasemen medali pada setiap edisi sejak 1982 dan kembali menjadi kekuatan utama di Aichi-Nagoya 2026.
Kazakhstan dan Thailand Jadi Pengganggu Papan Atas
Persaingan tidak hanya terjadi di tiga besar.
Kazakhstan menempati posisi keempat dengan 6 emas, 1 perak, dan 5 perunggu. Jumlah emas mereka bahkan sama dengan Korea Selatan, meski total medali Kazakhstan lebih sedikit.
Thailand juga tampil menonjol. Negeri Gajah Putih berada di posisi kelima dengan 4 emas, 1 perak, dan 1 perunggu.
Thailand mendapatkan emas keempat pada Selasa melalui Kanjutha Phattaraboonsorn di nomor MMA putri kelas 54 kg. Emas tersebut juga menjadi emas pertama Thailand dari cabang MMA yang baru debut di Asian Games Aichi-Nagoya.
Indonesia Turun ke Peringkat 20
Pergerakan Indonesia menjadi salah satu sorotan utama klasemen malam ini.
Pada pagi hari, Indonesia berada di peringkat ke-13 dengan 1 perak dan 6 perunggu.
Kini koleksi Merah Putih bertambah menjadi 1 perak dan 7 perunggu, tetapi peringkat turun ke posisi 20.
Penyebabnya sederhana: Indonesia belum memiliki medali emas, sementara sejumlah negara di papan tengah berhasil membuka atau menambah koleksi emas mereka.
Dengan sistem klasemen yang mengutamakan emas, negara dengan jumlah medali lebih sedikit tetap bisa berada di atas Indonesia.
Contohnya Thailand. Indonesia memiliki delapan medali, lebih banyak dari Thailand yang mengoleksi enam. Namun Thailand berada di posisi kelima karena sudah mengantongi empat emas.
Peta Asia Tenggara: Thailand Jauh di Depan
Di antara negara Asia Tenggara, Thailand menjadi kontingen dengan posisi tertinggi.
Setelah Thailand, posisi negara ASEAN dalam klasemen malam ini adalah:
Singapura: 1 emas, 3 perak, 1 perunggu.
Myanmar: 1 emas, 1 perak, 1 perunggu.
Malaysia: 1 emas, 3 perunggu.
Vietnam: 1 emas, 3 perunggu.
Indonesia: 1 perak, 7 perunggu.
Filipina: 1 perak, 3 perunggu.
Kamboja: 4 perunggu.
Brunei: 1 perunggu.
Perubahan ini cukup mencolok jika dibandingkan update pagi. Saat itu Thailand memang sudah memimpin Asia Tenggara dengan tiga emas, tetapi Indonesia masih berada di posisi ke-13 secara keseluruhan.
Satu Emas Bisa Mengubah Posisi Secara Drastis
Klasemen Asian Games memberikan gambaran menarik: jumlah total medali bukan penentu utama posisi.
Indonesia memiliki delapan medali, tetapi masih berada di bawah Thailand, Singapura, Myanmar, Malaysia, dan Vietnam karena negara-negara tersebut telah mengoleksi setidaknya satu emas.
Fenomena ini membuat perebutan emas pertama Indonesia menjadi salah satu cerita penting yang perlu dipantau.
Begitu Merah Putih mendapatkan emas, posisi Indonesia berpotensi langsung berubah karena sejumlah negara di sekitar peringkat 15-25 juga memiliki selisih emas yang tipis.
Negara yang Mendapat Emas Pertama Ikut Mengubah Peta
Momen emas pertama juga menjadi titik balik bagi sejumlah kontingen.
India, misalnya, akhirnya mendapatkan emas pertama pada Asian Games 2026 melalui tim kriket putri pada Selasa. Sebelumnya, India telah mengoleksi empat perak dan dua perunggu tanpa emas.
Perubahan serupa terjadi pada Malaysia yang meraih emas pertamanya melalui karate pada Selasa.
Fenomena tersebut menjelaskan mengapa klasemen dapat berubah cepat dalam satu hari: satu emas mampu membuat sebuah negara melompati beberapa kontingen sekaligus.
Klasemen Masih Bisa Berubah Malam Ini
Persaingan belum berakhir. Asian Games Aichi-Nagoya 2026 berlangsung hingga 4 Oktober, dengan 469 nomor perebutan medali dari 43 cabang olahraga.
Pada Selasa, sejumlah cabang masih mempertandingkan nomor yang berpotensi menghasilkan medali, sehingga klasemen malam ini masih dapat berubah sebelum seluruh pertandingan hari keempat selesai.
Bagi Indonesia, fokusnya kini bukan hanya menambah jumlah medali.
Emas pertama menjadi kunci untuk mengerek posisi Merah Putih di klasemen medali Asian Games 2026.
Jika emas tersebut datang pada pertandingan berikutnya, persaingan papan tengah—termasuk dengan negara-negara Asia Tenggara—bisa kembali berubah dengan cepat.
(asiangames2026/*/hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Bangga Putranya Tembus Timnas U-20, Ini Pesan Legimin Rahardjo








































