Bupati Asahan Dorong IPDN Tambah Kuota Calon Praja Asal Daerah

Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin. (foto:dokumen Diskominfo / Mistar)
Asahan, MISTAR.ID (9/8/2026) - Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin mendorong Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menambah kuota penerimaan calon praja asal Kabupaten Asahan. Dorongan itu disampaikan agar semakin banyak putra-putri daerah memiliki kesempatan menempuh pendidikan di sekolah kedinasan tersebut.
Permintaan itu disampaikan Taufik saat menghadiri kegiatan pengabdian kepada masyarakat Fakultas Politik Pemerintahan IPDN yang berkolaborasi dengan Anggota Komisi II DPR RI dan Pemerintah Kabupaten Asahan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Asahan, Sabtu (8/8/2026).
Taufik mengatakan kedatangan jajaran IPDN ke Asahan menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk memperoleh informasi lebih luas mengenai pendidikan kedinasan, termasuk proses penerimaan calon praja.
“Kita bersyukur dapat bertemu dengan Anggota Komisi II DPR RI dan Wakil Dekan Bidang Administrasi Fakultas Ilmu Politik dan Pemerintahan IPDN,” ujar Bupati.
Menurut Taufik, IPDN memiliki posisi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang akan berkiprah dalam pemerintahan. Para peserta didik tidak hanya dibekali pengetahuan akademik, tetapi juga kemampuan tata kelola pemerintahan serta nilai pengabdian kepada masyarakat.
“IPDN ini merupakan sekolah kedinasan. Dengan kehadiran Wakil Dekan Bidang Administrasi Fakultas Ilmu Politik dan Pemerintahan IPDN ini, kita dapat informasi tentang masuk ke IPDN,” katanya.
Ia menilai kesempatan bagi generasi muda Asahan untuk menempuh pendidikan di IPDN perlu diperluas. Lulusan sekolah kedinasan tersebut diharapkan dapat menjadi sumber daya manusia yang mampu memberikan kontribusi dalam pemerintahan dan pelayanan publik.
“Di IPDN anak-anak kita dididik untuk menata kelola pemerintahan dan ditempa untuk mengabdi kepada masyarakat,” ungkapnya.
Atas dasar itu, Pemkab Asahan berharap IPDN memberikan perhatian lebih terhadap calon praja dari daerah tersebut.
Taufik secara khusus meminta agar jumlah kuota penerimaan putra-putri Asahan dapat ditambah sehingga semakin banyak generasi muda daerah memiliki peluang mengikuti pendidikan di IPDN.
“Kita berharap kepada Wakil Dekan Bidang Administrasi Fakultas Ilmu Politik dan Pemerintahan IPDN dapat menambah kuota anak-anak Asahan untuk masuk IPDN,” harap Taufik.
Permintaan tersebut mendapat dukungan dari Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung. Ia mengapresiasi pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Politik Pemerintahan IPDN yang melibatkan Komisi II DPR RI dan Pemkab Asahan.
Menurut Ahmad Doli, kegiatan tersebut menjadi ruang komunikasi antara lembaga pendidikan kedinasan, pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat.
“Bagi saya, program Pengabdian Masyarakat Fakultas Politik Pemerintahan IPDN berkolaborasi bersama Anggota Komisi II DPR RI dan Pemerintah Daerah Kabupaten Asahan ini sangat bagus. Untuk itu saya bersyukur dan berterima kasih kepada IPDN yang telah membuka peluang ini,” katanya.
Karena itu, menurutnya, generasi muda yang memiliki kompetensi dalam bidang pemerintahan sangat dibutuhkan untuk memastikan penyelenggaraan negara berjalan dengan baik.
“Maka dari itu kita memerlukan anak-anak yang memiliki kualitas tata kelola pemerintahan yang baik. Di IPDN anak-anak kita ditempa untuk hal tersebut,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan di Kabupaten Asahan juga menjadi sarana memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai IPDN, termasuk pendidikan dan peluang bagi generasi muda untuk mengikuti sekolah kedinasan tersebut. Ahmad Doli turut mendorong agar kesempatan putra-putri Asahan masuk IPDN diperbesar. (hm27)






















