Biaya Masuk Kota Venesia Naik Tiga Kali Lipat Mulai Tahun Depan

Venesia. (Foto: Getty Images)
Venesia, MISTAR.ID – Pemerintah Kota Venesia, Italia, mempertimbangkan menaikkan biaya masuk bagi wisatawan asing menjadi 30 euro atau sekitar Rp610.000 mulai 2027. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan tarif yang saat ini mencapai 10 euro atau sekitar Rp204.000.
Jika diterapkan, tarif baru itu membuat biaya masuk Venesia melonjak hingga sekitar enam kali lipat dari tarif saat ini. Rencana tersebut disampaikan ketika pemerintah kota berupaya mengatasi pariwisata massal atau overtourism.
Anggota dewan bidang anggaran dan perpajakan Michele Zuin menilai tarif yang berlaku sekarang belum cukup untuk mengurangi lonjakan jumlah wisatawan.
"Biaya saat ini sebesar 5-10 Euro terjangkau bagi hampir semua orang. Risikonya adalah biaya tersebut tidak lagi memiliki efek jera seperti yang seharusnya," kata Zuin, seperti dilansir Reuters, Rabu (23/9/2026).
Meski begitu, Zuin mengatakan besaran tarif baru untuk pajak wisata Venesia pada 2027 masih harus dibahas dan disepakati bersama pemerintah.
Menurut Zuin, sebelumnya sempat muncul pembahasan mengenai kenaikan biaya masuk hingga 50 euro atau sekitar Rp 1 juta. Namun, pihak berwenang kemudian menegaskan bahwa tarif maksimum yang akan ditetapkan adalah 30 euro.
Biaya masuk ke Venesia pertama kali diberlakukan pada 2024 bagi pengunjung harian dan masih diterapkan hingga sekarang. Kebijakan tersebut dibuat di tengah kondisi Kota Kanal yang telah lama menjadi tujuan wisata populer, tetapi menghadapi persoalan overtourism dan penurunan populasi.
Para pejabat setempat mengatakan skema biaya masuk juga ditujukan untuk mendorong wisatawan menghindari periode paling ramai dalam setahun. Karena itu, mulai 2026, pungutan hanya diberlakukan pada hari-hari tertentu.
Sebagai contoh, pada awal April hingga pertengahan Juli 2026, biaya masuk dikenakan mulai pukul 08.30 hingga 16.00 waktu setempat. Penerapan tersebut ditujukan untuk mengurangi penumpukan wisatawan.
Aturan itu menghasilkan pemasukan lebih dari 5,2 juta euro atau sekitar Rp 106 miliar bagi kas kota dari penjualan hampir 680.000 tiket masuk.
Wisatawan yang melakukan pemesanan lebih awal sebelum hari kunjungan dapat memperoleh tarif masuk yang lebih rendah. Sejumlah pengecualian juga diberlakukan, salah satunya untuk anak-anak berusia di bawah 14 tahun. (Reuters)
PREVIOUS ARTICLE
Aturan Baru Jepang, Pendaki Gunung Fuji di Luar Musim Bakal Dikenakan Biaya Evakuasi




































