Aturan Baru Jepang, Pendaki Gunung Fuji di Luar Musim Bakal Dikenakan Biaya Evakuasi

Gunung Fuji, Jepang. (Foto: Alindrahaqeem)
Tokyo, MISTAR.ID – Pendaki Gunung Fuji, Jepang, yang melakukan pendakian di luar musim resmi dan membutuhkan evakuasi helikopter nantinya dapat dikenakan biaya penyelamatan.
Kebijakan tersebut disiapkan untuk mendorong pendaki lebih memperhatikan keselamatan saat mendaki di luar musim. Gubernur Prefektur Yamanashi, Kotaro Nagasaki, seperti dilansir dari YBS News NNN, Senin (21/9/2026).
Biaya penyelamatan akan dihitung berdasarkan kebutuhan operasional, termasuk bahan bakar dan tenaga personel. Penerapannya ditargetkan mulai musim gugur 2027.
Musim pendakian resmi Gunung Fuji biasanya berlangsung dari awal Juli hingga awal September. Setelahnya, jalur dari stasiun kelima menuju puncak ditutup.
Namun, pendakian di luar periode tersebut tidak otomatis menjadi tindakan ilegal. Jalur Gunung Fuji berada di bawah kewenangan Prefektur Yamanashi dan Shizuoka yang dapat membatasi akses selama musim gugur, dingin, hingga semi.
Pendakian di luar musim memiliki risiko lebih tinggi karena waktu siang lebih singkat, salju lebih banyak, serta jumlah petugas dan fasilitas pendukung yang lebih sedikit. Kondisi ini juga menyulitkan proses evakuasi sekaligus meningkatkan risiko bagi tim penyelamat.
Prefektur Yamanashi berencana menarik biaya dari pendaki yang membutuhkan bantuan helikopter bencana di luar musim, yakni sekitar September hingga Juni. Besarannya akan disesuaikan dengan kebutuhan selama penyelamatan, seperti bahan bakar dan biaya personel. Jumlah yang dibayarkan dapat berbeda berdasarkan kondisi evakuasi dan jarak penerbangan menuju fasilitas medis.
Sebagai pembanding, Prefektur Saitama yang telah menerapkan aturan serupa mengenakan biaya sekitar 8.000 yen atau Rp904.000 untuk penerbangan helikopter selama lima menit.
Meski demikian, tidak semua pendaki yang dievakuasi akan dikenakan biaya penuh. Mereka yang telah menyerahkan rencana pendakian dan dinilai melakukan persiapan keselamatan dapat memperoleh pengurangan atau pembebasan biaya.
Penggunaan perlengkapan khusus untuk pendakian musim dingin menjadi salah satu bentuk persiapan yang akan dipertimbangkan.
Yamanashi juga akan membentuk sistem penilaian oleh para ahli untuk menentukan secara objektif kelayakan pendaki memperoleh pengurangan atau pembebasan biaya. Selain itu, pemerintah prefektur akan menyiapkan sistem rencana pendakian baru agar petugas dapat memberikan saran terkait persiapan dan keselamatan sebelum pendakian. (News NNN)
PREVIOUS ARTICLE
Wisatawan RI ke Korea Selatan Capai 259 Ribu hingga JuliBERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER







































