Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Meteor Jatuh di Gunung Fuji

Mistar.idMinggu, 28 Desember 2025 pukul 15.25 WIB
meteor_jatuh_di_gunung_fuji

Meteor jatuh di Gunung Fuji. (Foto: Tangkapan layar Instagram)

news_banner

Hiratsuka, MISTAR.ID

Rekaman kamera pengawas menangkap momen melintasnya sebuah meteor di langit kawasan Gunung Fuji, Jepang, Jumat (26/12/2025). Fenomena langit tersebut langsung menarik perhatian publik.

Peristiwa itu terekam oleh kamera CCTV milik Museum Kota Hiratsuka. Dalam video terlihat sebuah bola api menyala terang, menerangi langit malam sebelum meninggalkan jejak cahaya dan menghilang dengan cepat.

Mengutip laporan BBC dan Daily Galaxy, Minggu (28/12/2025), kemunculan meteor ini terjadi di tengah meningkatnya kewaspadaan di sekitar Gunung Fuji. Saat ini, kawasan tersebut memang dipantau secara ketat dengan sistem pemantauan modern untuk mendeteksi aktivitas geologi maupun atmosfer.

Kamera yang merekam peristiwa itu berada di Museum Kota Hiratsuka, Prefektur Kanagawa, yang lokasinya tidak jauh dari kaki Gunung Fuji. Rekaman menunjukkan objek bercahaya memasuki area pantauan kamera, melaju cepat melintasi langit, bersinar sangat terang, lalu lenyap hanya dalam beberapa detik.

Video tersebut kemudian menyebar luas di media sosial. Banyak warganet mengapresiasi kualitas rekaman yang dinilai sangat jelas. Tidak terdengar suara apa pun dalam video tersebut, dan hingga kini tidak ada laporan mengenai dampak, ledakan, ataupun temuan puing meteor di darat.

Berdasarkan pengamatan visual, meteor tersebut diduga habis terbakar di lapisan atas atmosfer sebelum mencapai permukaan Bumi.

Tidak seperti sebagian meteor yang hanya memancarkan cahaya putih, bola api ini terlihat menampilkan beragam warna. Perbedaan warna tersebut dipengaruhi oleh unsur kimia yang terkandung di dalam meteor. Natrium, misalnya, dapat menghasilkan cahaya kekuningan, sementara magnesium memancarkan warna biru atau hijau.

Kilatan warna-warni tersebut muncul akibat proses ionisasi atom saat meteor melaju dengan kecepatan sangat tinggi dan mengalami suhu ekstrem ketika memasuki atmosfer. Meski berlangsung singkat, jejak cahaya itu berperan layaknya “sidik jari” yang memberi petunjuk awal mengenai komposisi material meteor.

Hingga kini belum ada kajian resmi yang memastikan unsur penyusun bola api tersebut. Namun, cahaya terang berwarna-warni yang terlihat mengindikasikan material dengan komposisi kompleks, kemungkinan berasal dari benda langit alami seperti batu kecil atau partikel kosmik.

Wilayah Gunung Fuji sendiri memang berada dalam pemantauan berkelanjutan mengingat sejarah aktivitas vulkaniknya. Walaupun meteor ini tidak menimbulkan ancaman, keberadaannya berhasil terdeteksi berkat sistem pemantauan yang sama yang digunakan untuk mengawasi potensi aktivitas gunung api dan gempa bumi. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN