Monday, July 20, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Israel Akui Kemerdekaan Somaliland, Somalia dan Sejumlah Negara Bereaksi Keras

Mistar.idMinggu, 28 Desember 2025 pukul 12.16 WIB
israel_akui_kemerdekaan_somaliland_somalia_dan_sejumlah_negara_bereaksi_keras

Seorang pria memegang bendera Somaliland di depan monumen Peringatan Perang Hargeisa di Hargeisa pada 7 November 2024. (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Israel menuai kecaman luas dari berbagai negara dan organisasi internasional setelah secara resmi mengakui kemerdekaan Republik Somaliland pada Jumat (26/12/2025). Langkah ini menjadikan Israel sebagai negara pertama yang memberikan pengakuan resmi terhadap wilayah yang memisahkan diri dari Somalia sejak 1991 tersebut.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan ucapan selamat kepada Presiden Somaliland Abdirahman Mohamed Abdullahi atas kepemimpinannya. Netanyahu juga mengundang Abdullahi untuk melakukan kunjungan resmi ke Israel guna membuka peluang kerja sama bilateral di berbagai sektor strategis.

Menurut Netanyahu, pengakuan terhadap Somaliland sejalan dengan semangat Abraham Accords, kesepakatan normalisasi hubungan diplomatik yang diinisiasi mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Israel menyebut kerja sama dengan Somaliland akan mencakup bidang pertanian, kesehatan, teknologi, dan ekonomi.

Presiden Somaliland Abdirahman Mohamed Abdullahi menyambut baik langkah tersebut dan menyatakan kesediaan negaranya untuk bergabung dalam Abraham Accords. Ia menilai langkah itu sebagai upaya memperkuat stabilitas regional, memperluas kemitraan internasional, serta mendorong kemakmuran bersama di Afrika dan Timur Tengah.

Namun, keputusan Israel ini memicu penolakan keras dari Pemerintah Somalia. Kementerian Luar Negeri Somalia menegaskan bahwa pengakuan tersebut merupakan tindakan ilegal yang melanggar hukum internasional serta bentuk pelanggaran terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah Somalia.

Somalia menilai langkah Israel berpotensi memperburuk ketegangan politik dan keamanan di kawasan Tanduk Afrika. Pernyataan kecaman juga datang dari sejumlah negara, termasuk Mesir, Turki, dan Djibouti, yang secara tegas menyatakan dukungan penuh terhadap persatuan wilayah Somalia.

Uni Afrika turut menyuarakan penolakan terhadap pengakuan Israel atas Somaliland. Organisasi regional tersebut menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas kawasan dan memperingatkan bahwa pengakuan terhadap wilayah separatis dapat menjadi preseden berbahaya bagi perdamaian di Afrika.

Somaliland sendiri merupakan wilayah semi-gurun di utara Somalia dengan ibu kota Hargeisa. Wilayah ini merupakan bekas protektorat Inggris yang sempat merdeka singkat pada 1960 sebelum bergabung dengan Somalia. Sejak runtuhnya pemerintahan pusat Somalia pada 1991, Somaliland memproklamasikan kemerdekaan dan menjalankan pemerintahan sendiri secara de facto.

Meski memiliki sistem politik, aparat keamanan, mata uang, dan institusi pemerintahan yang relatif stabil, Somaliland hingga kini belum mendapatkan pengakuan resmi dari komunitas internasional. Pemerintah Somalia terus memandang wilayah tersebut sebagai bagian sah dari negara Somalia.

Pengakuan Israel terhadap Somaliland diperkirakan akan terus memicu perdebatan geopolitik dan berpotensi mengubah dinamika diplomasi di kawasan Afrika Timur dan Timur Tengah.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN