Israel Akui Somaliland, Somalia dan Uni Afrika Bereaksi Keras

Bendera Somaliland. (foto:123rf/mistar)
Tel Aviv, MISTAR.ID
Israel mencetak sejarah baru dalam politik internasional dengan menjadi negara pertama yang secara resmi mengakui kemerdekaan Republik Somaliland.
Pengakuan tersebut diumumkan pada Jumat (26/12/2025) dan langsung memicu reaksi keras dari Somalia, Uni Afrika, serta sejumlah negara di kawasan.
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan ucapan selamat kepada Presiden Somaliland Abdirahman Mohamed Abdullahi atas kepemimpinannya. Netanyahu juga mengundang Abdullahi untuk melakukan kunjungan resmi ke Israel serta menegaskan kesiapan Tel Aviv menjalin kerja sama di berbagai bidang strategis, termasuk pertanian, kesehatan, teknologi, dan ekonomi.
“Deklarasi ini sejalan dengan semangat Abraham Accords, yang ditandatangani atas inisiatif Presiden Amerika Serikat Donald Trump,” ujar Netanyahu, seperti dikutip Reuters.
Netanyahu menambahkan bahwa Israel dan Somaliland telah menandatangani deklarasi pengakuan timbal balik. Dalam pernyataan terpisah, Abdullahi menyatakan Somaliland siap bergabung dengan Abraham Accords, yang dinilainya sebagai langkah penting menuju perdamaian regional dan global.
Abdullahi juga menegaskan komitmen negaranya untuk membangun kemitraan strategis, meningkatkan kemakmuran bersama, serta mempromosikan stabilitas di kawasan Timur Tengah dan Afrika.
Abraham Accords merupakan kesepakatan normalisasi hubungan diplomatik antara Israel dan sejumlah negara Arab serta Muslim yang digagas Donald Trump pada masa jabatan pertamanya. Sejauh ini, perjanjian tersebut telah ditandatangani oleh Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan beberapa negara lainnya.
Somaliland sendiri telah mendeklarasikan kemerdekaan dari Somalia sejak 1991. Meski belum pernah diakui secara internasional, wilayah tersebut selama lebih dari tiga dekade telah beroperasi sebagai entitas administratif, politik, dan keamanan yang de facto independen. Pemerintah Somalia secara konsisten menolak pengakuan tersebut dan menegaskan bahwa Somaliland merupakan bagian integral dari kedaulatan Somalia.
Keputusan Israel memicu kecaman keras dari pemerintah Somalia. Mogadishu menyebut pengakuan tersebut sebagai “langkah yang melanggar hukum” dan “serangan yang disengaja” terhadap kedaulatan negara. Reaksi serupa juga disampaikan oleh para menteri luar negeri Mesir, Turki, dan Djibouti yang menegaskan dukungan penuh terhadap persatuan dan integritas wilayah Somalia.
Para menteri luar negeri tersebut memperingatkan bahwa pengakuan terhadap wilayah yang memisahkan diri dapat menjadi ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan internasional.
Uni Afrika pun menyatakan penolakan tegas. Komisi Uni Afrika menegaskan dukungan terhadap persatuan Somalia serta memperingatkan bahwa pengakuan kemerdekaan Somaliland berpotensi merusak perdamaian dan stabilitas di seluruh benua Afrika.
Dilansir AFP, Sabtu (27/12/2025), Abdullahi menjadikan pengakuan internasional sebagai prioritas utama sejak menjabat tahun lalu. Pengumuman Netanyahu menjadikan Israel sebagai negara pertama di dunia yang secara resmi mengakui Republik Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat.
“Israel kini menjadi negara pertama yang mengakui Republik Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat,” demikian pernyataan kantor PM Israel, seraya menegaskan bahwa langkah tersebut selaras dengan semangat Perjanjian Abraham.
Abdullahi menyambut baik keputusan tersebut dan menyebutnya sebagai momen bersejarah. Dalam unggahan di platform X, ia menegaskan kesiapan Somaliland untuk bergabung dengan Abraham Accords dan membangun kemitraan jangka panjang dengan Israel.
Kantor Netanyahu juga merilis video percakapan telepon antara Netanyahu dan Abdullahi. Dalam percakapan itu, Netanyahu menyatakan bahwa pengakuan resmi Israel ditandatangani saat komunikasi berlangsung, serta menambahkan bahwa hubungan baru ini akan membuka peluang ekonomi bagi kedua pihak.
Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menyatakan bahwa Israel dan Somaliland telah sepakat menjalin hubungan diplomatik penuh, termasuk penunjukan duta besar dan pembukaan kedutaan masing-masing.
Puluhan Tahun Terisolasi
Republik yang memproklamirkan diri ini memiliki posisi strategis di Teluk Aden serta telah memiliki mata uang, paspor, dan angkatan bersenjata sendiri. Namun, selama puluhan tahun Somaliland hidup dalam isolasi internasional akibat ketiadaan pengakuan global.
Keterbatasan tersebut membuat Somaliland kesulitan mengakses pinjaman, bantuan, dan investasi asing, sehingga kondisi ekonominya relatif tertinggal. Tahun lalu, kesepakatan antara Ethiopia dan Somaliland terkait penyewaan sebagian garis pantai untuk pelabuhan dan pangkalan militer memicu kemarahan pemerintah Somalia.
Sementara itu, Israel terus berupaya memperluas pengaruh diplomatiknya di Timur Tengah dan Afrika. Namun, langkah-langkah terbaru tersebut dihadapkan pada tantangan besar akibat konflik yang masih berlangsung, khususnya perang di Gaza yang memicu kemarahan sejumlah negara Arab. (hm16)




















